Monday, 11 December 2017

PTUN Tolak Gugatan soal Ahok, Djarot : Penonaktifan Tidak Signifikan

Jumat, 19 Mei 2017 — 19:57 WIB
Djarot di Balaikota

Djarot di Balaikota

JAKARTA (Pos Kota) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyatakan penonaktifakn Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur saat ini tidak mempunyai dampak signifikan pada roda pemerintahan DKI Jakarta. Pasalnya meski mendekam dalam tahanan Mako Brimob, Ahok masih dapat berkomunikasi dengan dirinya terkait program kerja DKI yang tengah dan akan dijalankan.

Terlebih, dalam kurun waktu hingga Oktober 2017 Djarot mengatakan pihaknya hanya meneruskan program yang sudah direncanakan sebelumnya.

” Ya sekarang apa bedanya, kalau bagi kami aktifitas di Pemprov itu tetap berjalan normal. Toh saya bisa berkomunikasi dengan beliau. Bagaimana pun juga ini tinggal menuntaskan apa yang telah diprogramkan,” ujar Djarot di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Mantan Walikota Blitar ini berharap status penonaktifakn Ahok sebagai gubernur yang sempat dipermasalahkan hingga harus melalui vonis sidang tidak dibesar-besarkan.

Sebelumnya Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menggugat keputusan Presiden Joko Widodo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta karena tidak menonaktifkan Ahok setelah didakwa jaksa dengan pasal 156 a KUHP. Setelah melalui persidangan, pada Kamis (18/5/2017) kemarin, PTUN Jakarta menyatakan menolak gugatan Parmusi

Menanggapi vonis hakim tersebut, Djarot mengaku belum mengetahui kabar itu.

“Saya belum tahu (vonis hakim). Enggak usah dibesar-besarin. Karena (penonaktifan) enggak mengganggu jalannya pelayanan publik dan kerja Pemprov DKI,” pungkas Djarot. (ikbal)