Thursday, 20 September 2018

Terkait Ucapan Ridwan Kamil, Jakgung: Kejaksaan Milik NKRI

Jumat, 19 Mei 2017 — 16:28 WIB
Walikota Bandung, Ridwan Kamil. (dono)

Walikota Bandung, Ridwan Kamil. (dono)

JAKARTA (Pos Kota) – Jaksa Agung M Prasetyo angkat bicara terkait video yang berisi ucapan Ridwan Kamil yang menyebut Nasdem punya Kejaksaan. Prasetyo menyatakaan institusinya tidak ada kaitan dengan Ridwan Kamil, sebab Kejaksaan milik Rakyat dan Bangsa Indonesia.

“Kami tidak ada masalah apa-apa dengan mereka (maksudnya,  Ridwan Kamil). Kasus pun tak ada disini. Kalau ada kasusnya mungkin mencari aman, bukan itu masalahnya, ” jelas Prasetyo,  di Kejaksaan Agung,  Jumat (19/5).

Ridwan Kamil,  Walikota Bandung,  sebelum ini mengungkapkan dirinya mau menerima pencalonan dirinya sebagai Calon Gubernur dari Partai Nasdem,  karena mempunyai Kejaksaan dan Media.  Statement Kang Kamil di Video itu langsung menjadi viral di media sosial.

Prasetyo menerangkan dirinya tidak mau menanggapi masalah itu lebih lanjut,  sebab (pernyataan Fidwan)  bukan urusan dirinya.  “Itu urusan Media. Kejaksaan itu independen, milik rakyat dan bangsa Indonesia.  Negara Kesatuan Indonesia.  Itu prinsip, ” tegas mantan politisi Nasdem ini.

“Bahwa RK (Ridwan Kamil)  merasa terlindungi biar saja, ” Mantan Anggota Komisi III DPR melukiskan statement Kang Kamil tersebut.

Menjadi Viral

Pernyataan Ridwan Kamil itu disampaikan dalam deklarasi dukungan maju dalam Pilgub Jawa Barat dari Komunitas Pesantren se-Jabar beberapa waktu lalu. Dalam video, yang di-up load ke You Tube,  Ridwan Kamil bicara  Nasdem, yang  memberi dukungan kepadanya.

Dalam potongan video berdurasi selama 2 menit 32 detik,  Emil itu mengemukakan Nasdem mempunyai Kejaksaan dan Media.  Video ucapan Ridwan Kamil itu dengan cepatnya menjadi viral di dunia maya.

Isi lengkap pidato Emil,  adalah
“..tiba-tiba NasDem tidak banyak mikir, di posisi yang sama itu, langsung aja mendeklarasikan (saya sebagai calon Gubernur Jawa Barat). NasDem ini, dia punya media dan Kejaksaan. Kalau saya tolak, kemungkinan banyak mudaratnya kepada saya, kepada pembangunan Kota Bandung terganggu.” (ahi/win)