Monday, 26 June 2017

Cewek Cabe-cabean, Pelacur, Mami dan Minuman Keras Diangkut Satpol PP Depok

Sabtu, 20 Mei 2017 — 5:51 WIB
Wanita yang diamankan Satpol PP Depok tengah didata

Wanita yang diamankan Satpol PP Depok tengah didata

DEPOK (Pos Kota) – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Depok, menggelar operasi gabungan menjelang bulan Ramadhan. Hasilnya disita ratusan botol minuman keras dan lima wanita penghibur dan pasangan cabe-cabean diamankan.

Operasi gabungan unsur Polri, TNI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Garniaum dipimpin langsung Kasat Pol PP Kota Depok Dudi Mi’raj menurukan 120 personil melakukan operasi tersebar dua wilayah Timur dan Barat.

Hasilnya terjaring lima wanita penghibur bersama maminya, serta sepasang cabe-cabean yang sedang mojok di remang-remang kawasan Situ Sawangan, Jalan Abdul Wahab, Sawangan Lama.

“Operasi ini adalah sebagai bentuk Kota Depok bebas dari minuman keras, PSK, serta tempat warung remang-remang yang menjadi potensial disalahgunakan menjelang bulan Puasa,”ujarnya didampingi Kabid Tantrib Pol PP Kota Depok Diki Erwin Sabtu (20/5) dini hari.

Jumlah botol minuman keras yang disita petugas yaitu sekitar 120 botol dan minuman keras oplosan ciu.

“Minuman keras kita dapatkan dari warung kelontong dan tempat hiburan warung remang-remang di daerah Pondok Rangon Cimanggis perbatasan Jakarta Timur,”katanya.

“Hukuman wanita penghibur kita data dan diserahkan kepada dinas sosial, sedangkan untuk miras kita sita untuk pemilik didata. Sedangkan pasangan sejoli ABG yang sedang mojok pacaran akan dipanggil kedua orang tua untuk diberikan pembinaan.”

Menurut pengakuan gadis cabe-cabean M,14, warga Pamulang ini dirinya tidak berbuat apa-apa hanya sedang menunggu temannya untuk pergi ke lokasi ulang tahun.

“Saya tidak mau dibawa Pak maunya di sini saja! Saya sama pacar saya sedang nunggu temen untuk pergi ke acara ulang tahun,”ucap gadis berambut panjang ini sambil meronta saat dibawa petugas naik ke dalam truk petugas.

Sedangkan , R,25, wanita asal Banten mengaku terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur di karoke lantaran terbelit kebutuhan hidup untuk menafkahi anak.

“Saya punya anak tiga tinggal di kampung sama Ambu (nenek). Terpaksa ambil pekerjaan seperti ini untuk membiayai kebutuhan keluarga setelah ditinggal cerai sama suami,”ungkap wanita berpakaian seksi berkulit hitam manis ini. (Angga)