Wednesday, 13 December 2017

Irup Harkitnas, Djarot: Kenapa Kita Mesti Tercerai Berai

Sabtu, 20 Mei 2017 — 10:39 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjadi inspektur upacara hari Peringatan Kebangkitan Nasional.(ikbal)

Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjadi inspektur upacara hari Peringatan Kebangkitan Nasional.(ikbal)

JAKARTA  (Pos Kota) – Pelaksana Tugas  (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan Pilkada DKI Jakarta dapat menjadi pelajaran bagi darrah lain yang akan melaksanakan pilkada serentak tahun depan. Munculnya polarisasi di tengah warga Jakarta hingga terjadinya perpecahan, diharapkan Djarot tidak terjadi di daerah lain di Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam pidatonya sebagai inspektur upacara hari Peringatan Kebangkitan Nasional  (Harkitnas) di Lapangan Monumen Nasional  (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).

“Kenapa kita mesti tercerai berai. Pilkada ini menjadi pelajaran. Dan dapat menjadi pelajaran bagi daerah agar tidak mengalami hal serupa,” ujarnya dengan lantang.

Mantan Walikota Blitar ini mengajak agar Hari Kebangkitan Nasional dijadikan momentum untuk mempersatukan kembali warga Jakarta sebagai perwujudan persatuan Indonesia. Djarot menilai, untuk mewujudkan hal itu, semua masyarakat mempunyai kewajiban yang sama untuk mewujudkannya.

“Kita semua mempunyai tanggungjawab. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk kepentingan egoisme semata. One for all, all for aone, akhirnya kita semua bisa menguatkan tekat untuk memperkokoh kesatuan kita UUD 45, untuk merawat prinsip ideologi pancasila,” tandas Djarot.

Upacara peringatan Harkitnas di DKI diikuti ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dari seluruh Jakarta. Anggota Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), yang terdiri dari pasikan oranye, pasukan kuning, pasukan hijau, dan pasukan biru juga turut sebagai peserta upacara. (ikbal/win)