Sunday, 25 June 2017

Si-Gadis Hamil Tak Mau Tahu Kakek Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 20 Mei 2017 — 7:00 WIB
rsds

KAKEK Sarun, 52, memang keterlaluan. Dulu gadis tetangga si Firsa, 17, dipaksa-paksa agar mau digauli. Setelah berhasil menodai sampai 30 kali, ketika dilapori bahwa si-gadis hamil, kakek Sarun tidak mau tahu. Tentu saja keluarganya jengkel, sehingga kakek celamitan itu dilaporkan ke Polres Jambi.

Dalam usia kepala lima, kaum lelaki sering disebut kakek meski belum tentu sudah punya cucu. Bahkan banyak pula yang tak mau disebut abah atau mbah, karena masih merasa muda saja. Maunya dipanggil: Oom, biar kesannya masih seperti anak muda. Padahal sebetulnya, banyak juga yang dari mereka itu malah jadi Oom Senang.

Mbah Sarun yang tinggal di Kecamatan Batang Masumai, Bangko, Jambi, termasuk lelaki yang tidak merasa tua dan tak mau dianggap tua. Biar usianya sudah 10 pelita lebih, masih ingin tampil bak remaja. Jika ditanya teman berapa usianya Kek, jawabnya: “Puser ke atas 52 tahun, puser ke bawah 17 tahun…..!”

Maklumlah, meski di rumah ada istri, tapi Mbah Sarun ini masih sedep juga setiap melihat cewek cantik. Hadi mirip pelawak Bolot lah, meski mulai budge tapi soal duit dan perempuan masih peka dan sensitip. Bila melihat gadis yang seksi menggiurkan, otaknya masih suka membayangkan yang mboten-mboten.

Di kampungnya dia punya tetangga yang anak gadisnya cantik luar biasa. Namanya Firsa, jika mau ngartis namanya bisa disebut: Firsa Kusen, karena nama ayahnya memang Kusen. Nah, Mbah Sarun diam-diam juga tertarik pada Firsa ini. Lupa bahwa usianya sudah kepala lima, dan lawannya belum juga kepala dua. Mestinya Mbah Sarun ingat umur.

Sebetulnya banyak juga cowok yang naksir Firsa, tapi sepertinya belum serius benar. Ini peluang emas bagi Mbah Sarun yang masih merasa muda. Diam-diam dia mendekati Firsa lewat jalur independen. Maksudnya, tidak apel ke rumah doi seperti lazimnya, tapi hanya mendekati ketika ketemu di jalan atau di kebon.

Di pertengahan tahun 2016 Sarun memergoki Firsa mencari kayu bakar ke kebun sawit miliknya. Nah, ini ada peluang untuk mengkriminalisasi gadis cantik itu. Sarun langsung berlagak marah, karena Firsa masuk kebun sawitnya tanpa izin. Meski hanya cari kayu bakar, Sarun akan melaporkannya ke polisi. “Kamu kalau saya laporkan polisi, bisa ditahan.” Kata Mbah Sarun garang.

Tentu saja Firsa jadi ketakutan. Tahu jebakannya masuk, Mbah Sarun jadi jumawa. Lalu katanya dengan ramah, laporan ke polisi bisa dimoratorium asal mau melayani hubungan intim bak suami istri. Tentu saja Firsa menolak. Tapi lagi-lagi Mbah Sarun memojokkannya. “Itu semua terserah kamu. Kalau mau bebas, layani aku. Jika menolak, ya saya teruskan ke polisi.” Kata Mbah Sarun di atas angin.

Takut jadi urusan polisi, akhirnya Firsa bertekuk lutut dan berbuka paha juga untuk Mbah Sarun. Hanya beralaskan daun pisang, semuanya aksi bejad kakek itu berlangsung. Habis itu ternyata dia jadi ketagihan. Lain hari kembali minta dilayani, dan Firsa tak bisa menolak. Sejak itu Mbah Sarun jadi lelaki kafir, dalam arti: Kangen Firsa.

Tak kurang dari 30 kali Firsa sudah digauli Mbah Sarun. Tapi ketika gadis itu hamil, jawab si kakek menyakitkan sekali, “Nggak mau tahu!” Keluarga Kusen sudah membujuk untuk mengawini, tapi menolak. Ya sudah, akhirnya Mbah Sarun dilaporkan ke Polres Jambi dan ditahan. Ancaman penjaranya 15 tahun.

Nggak ajukan pra peradilan, Mbah? (JPNN/Gunarso TS)