Wednesday, 13 December 2017

Tottenham Hotspur Kini Menjelma Jadi Klub Disegani di Inggris

Sabtu, 20 Mei 2017 — 7:58 WIB
Harry Kane juga menjelma jadi pencetak gol terbanyak di Liga Inggris musim ini (reuters)

Harry Kane juga menjelma jadi pencetak gol terbanyak di Liga Inggris musim ini (reuters)

INGGRIS – Meski gagal menjadi juara, keberadaan Tottenham Hotspur di papan atas klasemen akhir Liga Primer Inggris dalam dua musim terakhir, membuktikan bahwa mereka telah menjelma sebagai tim yang layak disegani pada kasta tertinggi kompetisi sepakbola di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Namun itu semua hanya bisa terjadi jika klub asal London Utara tersebut bisa mempertahankan keberadaan bomber andalan mereka, Harry Kane.

Untuk kedua kalinya secara beruntun, Spurs berhasil finis di urutan tiga teratas klasemen akhir Liga Primer. Musim lalu, Spurs finis di urutan ketiga setelah kalah bersaing dengan Leicester City (juara) dan Arsenal (runner-up).

Meski demikian, Kane berhasil menjadi sorotan, berkat insting tajamnya dalam menjebol gawang lawan. Pemain berusia 23 itu berhasil menjadi topskorer dengan torehan 25 gol, mengalahkan Sergio Aguero (Manchester City) dan Jamie Vardy (Leicester) yang masing-masing mencetak 24 gol. Musim ini, Spurs masih harus melakoni satu laga tersisa, melawan tuan rumah Hull City, Minggu (21/5) malam WIB.

Meski demikian, Spurs sudah dipastikan finis sebagai runner-up klasemen akhir Liga Primer setelah mengoleksi 83 poin dari 37 laga. Tim berjuluk The Lilywhite itu terpaut tujuh angka dari sang juara, Chelsea serta unggul delapan angka dari City yang untuk sementara berada di urutan ketiga.

Meski gagal meraih gelar, namun keberadaan Kane kembali menjadi sorotan setelah berhasil memimpin daftar topskorer sementara Liga Primer. Dengan 26 gol, Kane berhasil melewati torehan bomber Everton, Romelu Lukaku (24 gol) dan penyerang Arsenal, Alexis Sanchez (23 gol).

Torehan itu dicatat Kane setelah menjebol gawang Leicester empat kali (25″, 63″, 88″, 90″) di Stadion King Power, Jumat (19/5) dinihari WIB. Sementara dua gol lainnya dilesakkan Son Heung-Min (36″ dan 71″). Sedangkan satu-satunya gol hiburan Leicester yang dipastikan finis di papan bawah (43 poin), dicetak Ben Chilwell (59″). Torehan itu sekaligus membawa Kane bersanding dengan para bomber terbaik yang pernah merumput di Liga Primer, seperti Robbie Fowler, Thierry Henry, Alan Shearer, dan Robin van Persie. Mereka semua adalah penyerang yang bisa mencetak 25 gol atau lebih dalam dua musim secara di Liga Primer.

Tidak heran jika Kane mulai dibidik oleh sejumlah klub pada bursa transfer musim panas ini. Pochettino sendiri tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi dengan Tottenham jika Kane hengkang. Apalagi ketatnya kompetisi masih akan dilakoni Spurs musim depan. Namun Pochettino optimistis Kane akan bertahan di White Hart Lane. “Harry Kane adalah pemain istimewa, punya banyak arti bagi tim, dan salah satu penyerang terbaik di dunia. Di mencintai Tottenham. Saya pikir tidak ada Kane, kami tidak akan bisa melakukan, seperti yang kami lakukan sejuah ini,” puji pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino, seperti dikutip BBC Sports.

Kane sendiri mengaku memang mengejar Sepatu Emas sebagai hadiah pencetak gol terbanyak. Namun ia tak pernah menyangka bisa mencetak empat gol, apalagi setelah sempat absen selama 11 pekan karena cedera. “Ini pertama kalinya dalam karier profesional saya mencetak empat gol. Persaingan untuk Sepatu Emas memang memanas, dan saya memang ingin mencetak satu atau dua gol, tetapi justru mendapat empat gol,” kata Kane yang juga memberikan pujian kepada rekan setim lainnya, termasuk Dele Alli, Son Heung-Min, dan sang kapten Hugo Lloris. (junius)