Saturday, 21 October 2017

Korban Kapal Terbakar Dievakuasi ke Surabaya, Termasuk Lima Tewas

Minggu, 21 Mei 2017 — 15:43 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SURABAYA (Pos Kota) – Sebanyak 188 orang penumpang selamat dari KM Mutiara Sentoso yang terbakar di perairan Masalembu, Minggu (21/5/2017) tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Mereka dievakuasi menggunakan KM Dharma Kartika dengan menempuh perjalanan selama 11 jam dari perairan Masalembu Sumenep.

Begitu sandar, penumpang korban KM Mutiara Sentosa I langsung dievakuasi ke ruang kedatangan terminal lama Palabuhan Tanjung Perak.

Dari 188 penumpang selamat itu, ada di antaranya masih dalam kondisi lemah, sehingga petugas dari kepolisian dan Basarnas langsung bertindak dengan cepat membopong dan membawanya dengan kursi roda dan kereta dorong.

“Ada 188 penumpang dan ABK KM Mutiara Sentosa I yang kami angkut. Kami berangkat dari Masalembu pukul 11.20 WIB,” ujar Rakhmatika Ardianto, Direktur Operasi dan Usaha PT Dharma Lautan Utama selaku pemilik KM Dharma Kartika IX kepada wartawan.
Seperti diberitakan, petugas gabungan telah mengevakuasi seluruh penumpang KM Mutiara Sentosa 1 yang mengalami musibah di tengah perairan. Sebanyak 5 dilaporkan tewas dalam peristiwa itu, dan kini jasadnya sudah dibawa ke Surabaya.

KM Mutiara Sentosa 1 pada Jumat (19/05/2017) terbakar sekitar 3 mil di timur laut Pulau Masalembu. Informasinya, kebakaran kapal berawal di ‘cardeck’. Api semakin lama semakin membesar dan sulit dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (apar) dan ‘sprinkle’. Nahkoda akhirnya memerintahkan penumpang dan ABK untuk meninggalkan kapal menggunakan sekoci.

Dalam musibah tersebut, 5 penumpang meninggal. Sebagian besar merupakan sopir dan kernet truk yang berada di deck saat kebakaran terjadi. Diduga para korban panik saat melihat api dan memilih meloncat ke laut. Padahal mereka tidak bisa berenang.

Kelima penumpang meninggal tersebut diidentifikasi bernama Bambang (warga Surabaya), Yusuf (warga Jawa Tengah), Prayit (warga Banyuwangi) dan Supri (warga Malang). Satu jenazah lain saat itu belum diketahui identitasnya.
(*/sir)