Sunday, 18 August 2019

Nah Lho…Pengusaha Restoran & Rumah Makan Tolak Jam Operasional Selama Puasa

Minggu, 21 Mei 2017 — 16:30 WIB
Ketua Asphira Kota Tangsel Haryono saat sosialisasi jam buka tempat usaha rumah makan, restoran dan hiburan . (anton)

Ketua Asphira Kota Tangsel Haryono saat sosialisasi jam buka tempat usaha rumah makan, restoran dan hiburan . (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Ratusan pengusaha dan pemilik restoran serta rumah makan menolak dan tidak menyepakati surat edaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terhadap jam operasional buka selama bulan puasa atau Ramahdan yang ditentukan mulai pukul 15:00 – 04:00 wib.

Mereka berharap jam operasional mulai pukul 12:00 – 04:00 seperti pada tahun –tahun sebelumnya.

“Kami juga heran kenapa jam operasional buka usaha restoran dan rumah makan dimajukan hingga Pk. 15:00 – 04:00  wib jelas terlalu sempit untuk mencari nafkah, tunjangan hari raya buat karyawan dan tentunya bakal rugi,” kata Umar, pedagang makanan di kawasan Pamulang, Minggu (21/5/2017).

Menurut dia, jam operasional buka selama bulan puasa seharusnya sama dengan tahun sebelumnya karena selama beberapa tahun tak ada masalah saat jam buka operasional mulai Pk. 12:00 – 04:00 wib terlebih saat buka tempatnya usaha juga ditutup dengan hordeng atau penyekat ruangan sehingga tak terlihat dari luar tempat usaha.

Keluhan dan penolakan terhadap surat edaran jam buka operasional rumah makan dan restoran ditegaskan Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (Asphira) Kota Tangsel, Haryono, yang mengatkan seluruh pengusaha dan pemilik restoran atau rumah makan menolak surat edaran (SE) Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany atau Pemkot Tangsel terkai jam buka operasional selama bulan buasa atau Ramahdan.

Penolak itu berkaitan jam operasional yang diberikan dalam SE Pemkot Tangsel mulai buka usaha Pk. 15:00 hingga Pk. 04:00. Mereka berharap SE itu dirubah menjadi Pk. 12:00 hingga PK: 04:00 seperti tahun-tahun sebelumnya. “Lima tahun belakangan jam operasional mulai Pk. 12:00 hingga Pk. 04:00 dan dilapangan tak ada masalah,” tuturnya saat sosialisasi jam operasional buka usaha di Kota Tangsel.

AJUKAN REVISI

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Tangsel, Chaerudin, mengakui SE Pemkot Tangsel berkaitan jam buka operasional rumah makan dan restoran dari Pk. 15:00 hingga Pk. 04:00 mendapatkan penolakan dari pengusaha dan pemilik restoran maupun rumah makan.

Mereka berharap jam operasional mulai buka Pk. 12:00 hingga Pk. 04:00, tuturnya karena surat edaran ini sudah dilakukan tentunya akan direvisi dan menunggu surat edaran baru jika telah mendapatkan tanda tangan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

“Kami memang telah mengajukan revisi surat edaran tersebut ke Walikota Airin Rachmi Diany untuk meninjau ulang dan mengkaji lebih jauh terkait jam operasional yang diminta,” tuturnya sekarang tunggu saja hasil revisi tersebut. Untuk tempat hiburan seperi karoke, panti pijat dan lainnya tidak diizinkan sama sekali buka selama bulan puasa dimulai dua hari sebelum puasa dan tujuh hari setelah Idul Fitri.

(anton/sir)