Thursday, 19 September 2019

Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan

Selasa, 23 Mei 2017 — 17:31 WIB
Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM)

Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM) membentuk tim pencari fakta untuk mengusut kasus penyiraman air keras ke penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Upaya polisi dianggap terlalu lamban.

Sejauh ini, polisi dianggap sudah berusaha mengusut perkara ini. Bahkan beberapa orang yang dianggap terkait kasus itu akhirnya dilepas kembali.

“Kita rasa polisi sudah bekerja sebaik-baiknya ya. Namun, memang kasus ini seperti berlarut-larut,” ujar Hafid Abbas, Komisionel Komas HAM, Selasa (23/5/2017).

Abbas juga menyayangkan pelepasan kembali orang-orang yang semula diduga sebagai pelakunya. “Kami menekankan kalau tersangkanya belum pasti ya jangan terlalu dieskpose dulu,” ujarnya.

Upaya mempercepat pengungkapan kasus itu, Komnas HAM pun turun tangan. “Kami membentuk tim gabungan pencari fakta. Tujuannya untuk bisa menemukan dengan segera, siapa pelaku penyiraman ke Novel Baswedan” katanya.

Menurutnya, tim dibentuk karena adanya keluhan masyarakat yang menganggap polisi lamban menangani kasus ini. “Jadi tim ini untuk membantu polisi,” ucapnya.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal usai menunaikan sholat subuh di mesjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia kini dirawat di rumah sakit di Singapura. (mo1/yp)