Sunday, 15 September 2019

IPSI Targetkan Juara Umum Asian Games 2018

Rabu, 24 Mei 2017 — 9:51 WIB
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman dan Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto, berjabat tangan usai pelantikan.

Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman dan Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto, berjabat tangan usai pelantikan.

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI), Prabowo Subianto mengatakan bahwa program kerja sudah mulai berjalan sejak akhir tahun lalu demi memenuhi target menjadi juara umum pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Hal itu diungkapkan Prabowo pada pelantikan kepengurusan PB IPSI di bawah kepemimpinan beliau untuk masa bhakti 2016-2020 oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

“Memang pelantikan ini sempat tertunda beberapa bulan karena alasan kesibukan. Tapi program kerja yang sudah dicanangkan dalam pemilihan akhir tahun lalu tidak tersendat. Semua sudah berjalan, mengingat kita diburu dengan persiapan banyak event besar olahraga dua tahun ini seperti SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Apalagi kami menargetkan cabang olahraga pencak silat bisa menjadi juara umum di Asian Games 2018 mendatang,” ujar Prabowo kepada wartawan, usai pelantikan.

Untuk itu, PB IPSI menjadikan kejuaraan lain di luar Asian Games, sebagai sasaran antara. “Tentu kita sudah melakukan pemusatan latihan dan terus melakukan pembibitan. Karena kita punya pelatnas jangka panjang. Untuk bisa penuhi target itu, kami juga akan sering mengirimkan atlet ke luar negeri untuk tryout, salah satunya ke Belanda. Mengapa target harus juara umum di Asian Games, karena ini adalah olahraga budaya kita. Kita harus menang, meskipun tetap bangga banyak negara yang kini menggandrungi olahraga ini,” ungkapnya.

Bukan hanya fokus pada prestasi saja, tapi di kepengurusannya, Prabowo juga ingin bisa memperkenalkan pencak silat ke seluruh dunia. Pihaknya mengaku akan keliling ke beberapa negara untuk mengampanyekan olahraga khas Indonesia ini. Bahkan, dia bertekad untuk mendaftarkan pencak silat secara resmi menjadi salah satu cabang Olimpiade. “Ini adalah olahraga warisan leluhur Indonesia, marilah kita bersama-sama menjaga salah satu warisan budaya kita ini. Saat ini, selain fokus prestasi, kami juga akan mengampanyekan pencak silat ke seluruh dunia dan berupaya agar cabang ini bisa masuk ke olahraga Olimpiade,” tukasnya.

Sementara itu, meski Asian Games jadi target utama, tapi pencak silat Indonesia juga tidak mau kehilangan muka di SEA Games 2017, Agustus mendatang di Kuala Lumpur. Keberhasilan tim pencak silat Indonesia di Kejuaraan Belgia Terbuka awal Mei ini, yang menjadi tryout menuju SEA Games, dinilai sudah bisa menjadi gambaran kekuatan para pesilat nasional nanti. Pada Belgia Terbuka kemarin, Indonesia yang diperkuat 15 pesilat, 10 putra dan 5 putri meraih gelar juara umum dengan raihan 7 emas, 1 perak, dan 6 perunggu. Dengan prestasi tersebut, tim pencak silat Indonesia diminta bisa mengulangi hasil itu lagi di SEA Games nanti.

Hal yang sama pun dipesankan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesa (KONI) Pusat Tono Suratman. Menurutnya dengan dua target tersebut, maka tantangan kepengurusan baru PB IPSI dibawah Prabowo ini memang cukup berat. “Saya harap PB IPSI kepengurusan baru segera bersiap diri. Semoga, ke depan atlet-atlet pencak silat Indonesia terus menjadi yang terbaik,” tuntasnya.

(junius/sir)