Saturday, 25 November 2017

Luar Biasa! 275 Senpi Ilegal Dimusnahkan Polda Lampung

Rabu, 24 Mei 2017 — 13:54 WIB
Tersangka pelaku pedofilia

Tersangka pelaku pedofilia

LAMPUNG (Pos Kota) – Sebanyak 275 senjata api (senpi) berbagi jenis dimusnahkan barang bukti hasil pengungkapan kasus sejajaran Polda Lampung, yang pada Rabu (24/5/2017) siang di lapangan Polda Lampung.

Barang bukti senpi yang akan dimusnahkan berupa, senjata api laras panjang sebanyak 61 pucuk, senpi laras panjang sebanyak 214 pucuk, amunisi sebanyak 75 butir.

Selain itu petasan sebanyak 47.868 buah, sabu-sabu seberat 7.746,07 gram, ganja seberat 896,11 kg, ekstasi sebanyak 2.113 butir, miras sebanyak 4.943 botol, tuak sebanyak 2.740 liter, ikan campuran seberat 4.970 kg, daging kerbau asal India seberat 7 ton, sparepart palsu sebanyak 150 ribu pack dan kaset bajakan sebanyak 27 keping.

Kapolda Lampung, Irjen Polisi Sudjarno mengatakan, barang bukti tersebut merupakan hasil giat dan operasi anggota Polda Lampung dan Jajaran Polres/Polresta sejak Januari hingga Mei tahun 2017.

“Ini sebagai bukti Polda Lampung dan Jajaran menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Lampung,”kata Kapolda.

Menurut Kapolda, barang bukti yang dimusnahkan selain ilegal, juga memiliki pengaruh negatif dan sangat berbahaya. Diantaranya narkoba, dalam peredarannya merupakan kejahatan yang luar biasa, untuk mengatasi pihaknya telah melakukan berbagai upaya masif dan berkesinambungan.

Kepemilikan senjata api ilegal, sudah sangat meresahkan masyarakat juga sangat membahayakan. ” Seperti peristiwa penembakan yang terjadi semalam dan kita bisa menangkap pelakunya,”ujarnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki senjata api ilegal agar segera menyerahkan senjatanya, karena jika tidak dan tertangkap oleh petugas bakal dijerat dengan Undang-undang darurat dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.

Barang bukti petasan, lebih lanjut kata Kapolda, bagi orang tua harus bisa menasehati anak-anaknya jangan sampai bermain petasan. “Ledakan petasan bisa juga membahayakan dan menyebabkan kebakaran,” terangnya.

Barang bukti miras dan tuak dapat berpengaruh negatif kepada orang yang mengkonsumsinya dan membuat resah masyarakat, sebab bisa membuat orang melakukan tindak pidana.

Untuk lainnya seperti barang bukti, sparepart palsu dan makanan ikan dan daging kerbau dari India berformalin, tambah Kapolda, selain menjaga keamanan dan ketertiban, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait melakukan upaya pencegahan dan perlindungan konsumen.

(koesma/sir)