Sunday, 16 December 2018

Pendukung Ahok Melakukan Aksi Terakhir di Depan Balai Kota dengan Bakar Lilin

Rabu, 24 Mei 2017 — 20:18 WIB
Pendukung Ahok lakukan aksi bakar lilin di depan Balaikota Jakarta

Pendukung Ahok lakukan aksi bakar lilin di depan Balaikota Jakarta

JAKARTA (Pos Kota) – Puluhan relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menggelar aksi simpatik di depan Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017) malam. Massa membakar lilin sambil menyanyikan sejumlah lagu perjuangan.

Aksi mereka lakukan dengan duduk lesehan di aspal jalanan depan gerbang Balaikota DKI Jakarta. Dalam aksinya, massa juga menunjukkan poster-poster bernada protes terhadap penegakkan hukum di Indonesia. Khususnya, terkait kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok.

Beberapa poster yang mereka tunjukkan antara lain bertuliskan: ‘Dead Justice’, ‘Lost Justice’, ‘Fixed Price Of NKRI’ dan ‘Tegakkan Rasa Keadilan Jangan Diam Jika Gerakan Bertopeng Agama Dipaksakan’.

Brigaldo Sinaga, koordinator aksi menerangkan, aksi ini merupakan puncak dari rangkaian aksi simpati yang mereka gelar setelah Ahok menjalani penahanan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, dan Rutan Mako Brimob, Depok. Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu dinyatakan bersalah dan divonis 2 tahun pidana penjara terkait kasus dugaan penistaan agama.

“Sebelumnya, siang tadi kami juga beraksi di MA, dan ini puncak dari aksi yang kami gelar selama ini. Tujuan kami sebenarnya hanya ingin MA tidak terprovokasi, pengadilan tidak terprovokasi oleh alat kekuasaan. Kami ingin MA berdiri teguh menegakkan hukum di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, aksi ini juga merupakan penutup. Alasannya, selain karena Ahok sudah mencabut banding atas kasus yang menjeratnya, juga karena sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan.

“Karena bagaimanapun kita harus menghormati umat muslim yang ingin khusyu ibadah puasa. Jadi memang ini merupakan puncak dari perjalanan panjang kita mengawal sidang Ahok sampai hari ini,” imbuhnya.

Meski berlangsung hanya sekitar satu jam, aksi berdampak pada terhambatnya arus kendaraan di Jalan Medan Merdeka Selatan. Antrean kemacetan kendaraan terpantau hingga ke depan Istana Wakil Presiden. (julian)