Friday, 20 September 2019

Pengembang Apartemen Ini Diduga Cuekin Rekomendasi Pansus DPRD DKI

Rabu, 24 Mei 2017 — 2:03 WIB
Rekomendasi Pansus Aset DPRD DKI Jakarta tak digubris, pembangunan akses jalan apartemen di Jln Syafi'i Hadzami, Jaksel, terus berlanjut. (Rachmi)

Rekomendasi Pansus Aset DPRD DKI Jakarta tak digubris, pembangunan akses jalan apartemen di Jln Syafi'i Hadzami, Jaksel, terus berlanjut. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD DKI Jakarta agar menghentikan proyek pembangunan akses apartemen di Jalan Syafi’i Hadzami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dicuekin pengembang. Kenyataannya, pembangunan jalan dan saluran untuk akses hunian vertikal itu terus berjalan.

Ketua Pansus Aset DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menegaskan hasil sidak tim Pansus, proyek tersebut menyerobot aset lahan ruang terbuka hijau (RTH) DKI yang dikenal Taman Gandaria. Pengembang juga belum memenuhi kewajibannya antara lain belum membangun turap maupun menormalisasi kali.

“Kami terus mengungkap dugaan pengalihan RTH Taman Gandaria, sehingga merekomendasikan pembangunan jalan dan saluran untuk akses apartemen dihentikan. Namun rekomendasi kami tak digubris,” kata Gembong, Selasa (23/5).

Ia mendesak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang bertindak tegas dengan menutup sementara kegiatan lapangan itu. Begitu pula Walikota Jaksel, Tri Kurniadi diminta supaya intens memantaunya selama kasus ini diproses Pansus.

Gembong mengaku kecewa dan segera memanggil pengembang untuk menghentikan kegiatan di lokasi. Atau pengembang diminta mengembalikan Taman Gandaria dan halte seperti semula. Sebelumnya halte dibongkar pengembang untuk memuluskan proyeknya.

Saat dikonfirmasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jaksel, Fredy Setiawan mengklaim proyek itu sudah berhenti. Tapi jika memang berlanjut, bisa dievaluasi perizinan dan kewajiban pengembang. “Asbang DKI yang berwenang mengevaluasinya,” pungkas Fredy.

Secara terpisah Kepala Sudin Perhubungan Jaksel, Christianto membenarkan telah membongkar sebuah halte di Taman Gandaria. Ini karena fasilitas publik tersebut terkena rencana pembangunan jalan dan saluran sesuai blok plan pengembang.

“Pembongkaran halte sesuai arahan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, dan haltenya dipindahkan ke lokasi lain masih di jalan yang sama. Saya memang belum lihat halte yang baru,” katanya. (Rachmi)