Sunday, 18 November 2018

Jadi Budak Seks al-Shabab Setiap Malam Dipaksa Melayani Dua Laki-laki

Jumat, 26 Mei 2017 — 0:27 WIB
Faith dan anaknya bisa melarikan diri setelah mendapat bantuan dari seorang tabib di hutan Somalia.

Faith dan anaknya bisa melarikan diri setelah mendapat bantuan dari seorang tabib di hutan Somalia.

SOMALIA– Kelompok militan Somalia, al-Shabab, tak hanya merekrut anak-anak muda sebagai petempur, tapi juga perempuan untuk dipakai sebagai budak seks.

Keberadaan budak seks ini diketahui setelah tak kurang dari 20 perempuan mengungkap pengalaman mereka kepada wartawan BBC Charlotte Attwood.

Kontak dengan perempuan tersebut dijalin melalui Salama Ali, pegiat di Mombasa, Kenya, yang memberikan bantuan psikologis ke para perempuan yang pernah menjadi budak seks kelompok al-Shabab.

Ali mengatakan perempuan ini kebanyakan berasal dari Kenya dan dibawa secara paksa ke kamp-kamp milik al-Shabab di pedalaman Somalia, negara tetangga Kenya.

Salah seorang korban mengatakan setiap malam ia dipaksa melayani dua hingga tiga laki-laki.

“Saya tak ingat lagi jumlah laki-laki yang memaksa saya berhubungan badan dengan mereka … tiap malam saya dipaksa melayani dua atau tiga laki-laki. Ini berlangsung selama tiga tahun,” katanya.

Faith, korban lainnya, menceritakan bagaimana ia diselundupkan ke kamp al-Shabab.

Usianya menginjak 16 tahun ketika didekati pasangan paruh baya yang menjanjikannya pekerjaan di Malindi, salah satu kota di daerah pantai Kenya. Ia menerima tawaran karena memang memerlukan pekerjaan.

Keesekoan harinya ia diminta naik bus bersama 14 penumpang lain. Mereka semuanya diberi minuman yang ternyata berisi obat bius.

“Ketika pengaruh obat bius hilang, kami tersadar bahwa kami ditempatkan di satu ruangan. Ada dua laki-laki di ruangan ini. Mereka menutup mata kami dengan kain hitam dan mereka memperkosa kami,” kata Faith.

Ia kemudian diberi lagi obat bius. Kali ini ia dibawa ke hutan dan diberi tahu akan dibunuh jika coba-coba melarikan diri. Di hutan ini, ia diminta memasak selain melayani sekelompok laki-laki dari Somalia.

Faith hamil dan terpaksa melahirkan sendiri di hutan tanpa bantuan siapa pun.

“Nenek saya seorang dukun bayi, jadi saya sedikit tahu tentang cara melahirkan,” katanya.

Faith akhirnya bisa melarikan diri setelah seorang tabib yang tengah mencari bahan ramuan tradisional melihatnya sendirian. Tabib ini memberi tahu jalan untuk keluar dari hutan.

Kini Faith dan anaknya tinggal di kota, namun masalah belum selesai karena anaknya sangat sulit beradaptasi dengan kehidupan kota. Si kecil baru bisa tidur di luar rumah dan harus dalam pelukan sang ibu.

Faith mengatakan ‘ia dan anaknya hidup tak ubahnya seperti binatang di hutan’.
Dipaksa hamil

Beberapa perempuan yang berbicara dengan BBC juga mengatakan mereka punya anak saat disekap selama beberapa tahun oleh al-Shabab.

Sarah, salah seorang bekas istri petempur al-Shabab mengatakan, ada program khusus dari kelompok ini untuk mendapatkan anak sebanyak mungkin dari para perempuan yang mereka sekap.

Langkah ini diambil setelah pola perekrutan tradisional dari luar kamp makin sulit dilakukan.(BBC)