Wednesday, 13 December 2017

Petani Mulai Kelimpungan Mencari Air untuk Padi

Sabtu, 27 Mei 2017 — 14:43 WIB
kali kering

INDRAMAYU  (Pos Kota) – Ratusan hektar tanaman padi di Indramayu, Jawa Barat  terancam kekurangan pasokan air ,  akibat mengeringnya kondisi saluran irigasi di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Indramayu memasuki Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2017 ini.

Pemantauan Pos Kota, kondisi saluran irigasi sekunder di Kecamatan Terisi, tepatnya di Desa Plosokerep yang biasanya mengalirkan air dari Waduk Renteng, pada Jum’at (26/5) terlihat mulai mengering.

Sisa genangan air pada saluran irigasi sekudner itu jadi rebutan para petani yang menyedot sisa air  menggunakan mesin pompa. Ada puluhan mesin pompa yang dikerahkan para petani di sepanjang saluran irigasi sekunder itu.

“Para petani panik melihat air di saluran irigasi sekunder sudah kering sementara tanaman padi sedang membutuhkan air,” ujar Kasmadi,54 salah seorang petani di Kecamatan Terisi yang dijumpai Pos Kota, Jum’at.

Ia mengharapkan dinas terkait di Indramayu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada petani yang menanam padi. “Kami butuh pelayanan air untuk menyelamatkan tanaman padi yang sedang membutuhkan air,” ujarnya.

Ia bersama ratusan petani mulai kelabakan mencari sumber-sumber air yang bisa dimanfatakan untuk mengairi sawah yang ditanami padi pada Musim Tanam (MT) Gadu ini. “Sawah milik Saya yang ditanami padi pada Musim Tanam Gadu luasnya kurang dari 1 hektar saat ini berusia sekitar sebulan sedang membutuhkan air sementara kondisi irigasinya sudah kering,” katanya.

Krisis air tak hanya melanda sawah-sawah petani Kecamatan Terisi, tetapi juga melanda pesawahan di Kecamatan Losarang. Pesawahan yang ditanami padi di Desa Ranjeng, Santing, Losarang, Muntur dan sekitarnya kini mulai mengering akibat terhentinya pasokan air irigasi.

“Kami sudah berupaya meminta Pak Camat Losarang, Suratno agar mengusahakan air,  tetapi tetap saja air yang dibutuhkan petani tidak kunjng datang karena dari sumbernya yaitu Rentang pasokan air itu sudah terhenti,” kata Carli, 53 salah seorang petani di Desa Ranjeng.

Berbagai upaya sudah dilakukan Carli bersama Kades Ranjeng Ratnadi dan para tokoh tani menghubungi petugas pengairan. Tapi hingga Sabtu (27/5) air belum juga datang dan kondisi sawah-sawah yang ditanami padi di Desa Ranjeng sudah mulai terlihat retak-retak. (taryani/win)