Tuesday, 21 August 2018

Besuk Tahanan di Polres Jakarta Timur Mengaku Dipungli

Senin, 29 Mei 2017 — 20:15 WIB
Ilustrasi. (reuters)

Ilustrasi. (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Warga yang membesuk kerabatnya di ruang tahanan Polres Jakarta Timur, mengeluh dan mengaku diminta uang oleh petugas jaga.

Meski nilainya tak seberapa, hanya Rp20 ribu, namun itu sungguh menyiksa. Pasalnya, bila kerabat datang lima orang, seluruhnya harus membayar baru tahanan yang ada dikeluarkan untuk bertemu keluarga meski hanya sekedar berbincang dibalik beli.

Hal Ini dikeluhkan seorang ibu berinisial Su, 41, yang kala itu ikut mengantar rekannya di mana suaminya ditahan. Kala itu, ia yang datang bersama empat temannya, dipungli petugas yang berjaga. “Kata polisi yang jaga, kalau mau jenguk, satu orang harus bayar Rp20 ribu, kalau sudah bayar nanti dikeluarin itu tahanan,” katanya, Senin (29/5).

Dengan terpaksa ia bersama ibu-ibu lainnya mengumpulkan uang membayar pungli tersebut. Meski awalnya mereka melakukan tawar menawar, namun hal tersebut tetap saja tak membuat gentar si petugas yang kekeh meminta harga dengan nominal yang disebutkan. “Karena kita datang berlima, akhirnya ya kami bayar Rp100 ribu,” ungkap Su.

Diceritakan Su, ia datang ke ruang tahanan , karena suami dari rekannya itu terlibat aksi penganiayaan. Sudah hampir dua pekan pria tersebut mendekam di ruang tahanan polres. “Kita datang elain menjenguk juga antar makanan. Cuma tahu-tahunya malah diminta untuk membayar,” tuturnya.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Andri Wibowo mengaku kaget dengan laporan tersebut. Ia pun mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut. “Akan segera kami kirim petugas propam untuk menindak siapa saja petugas yang terlibat dalam pungli tersebut,” tegasnya. (Ifand)