Sunday, 21 October 2018

Diamankan Diduga Hendak Tawuran, Puluhan Remaja Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

Selasa, 30 Mei 2017 — 8:25 WIB
Anggota Bhabinkamtibmas Pancoran Mas Bripka H. Edi Mujiran mengamankan puluhan remaja akan tawuran disita sajam. (Angga)

Anggota Bhabinkamtibmas Pancoran Mas Bripka H. Edi Mujiran mengamankan puluhan remaja akan tawuran disita sajam. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Patroli bersama anggota Pokdarkamtibmas Pancoran Mas dengan anggota binmas  berhasil mengamankan puluhan remaja diduga hendak tawuran di Situ Pancoranmas, Gang Rembulan RW. 7, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (30/5/2017) subuh.

Sebanyak 30 remaja berusia belasan tahun sedang nongkrong diduga akan tawuran jelang sahur,  diamankam jajaran Pokdarkamtibmas beserta anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Pancoran Mas ,Bripka H. Edi Mujiran.

Edi Mujiran, mengatakan bahwa  pihaknya berhasil menggagalkan tawuran menjelang sahur dengan mengamankan 30 remaja yang tengah nongkrong di situ Pancoranmas. Dari hasil penggeledahan anggota di lokasi, telah mengamankan dua bilah senjata tajam berupa samurai dan gir dimodifikasi.

“Senjata tajam yang disita petugas disembunyikan radius lima meter sama pelaku ditaruh di sebuah rumah warga yang diselipkan di celah-celah tumpukan barang,”ujarnya kepada Poskotanews.com saat mengatur lalulintas di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas,  Selasa pagi.

Menurut Edi Mujiran, rata-rata remaja yang diamankan adalah warga Rawa Geni, Ratu Jaya, dan Pancoranmas.

Sementara itu, Kapolsek Pancoran Mas Kompol Hamonangan Nadapdap menambahkan lantaran tidak terbukti membawa senjata tajam para remaja hanya didata dan dibina. “Sama anggota Binmas setempat diberi hukuman dengan dibina menyanyikan lagu Indonesia Raya,”tambahnya.

Mantan perwira Polairut Polda Metro Jaya ini mengungkapkan sesuai atensi Kapolresta Depok Kombes Herry Heriawan akrab dipanggil Herimen untuk meningkatkan patroli di atas pukul 00.00 dinihari hingga menjelang sahur.

“Peningkatan patroli ini bertujuan untuk antisipasi gangguan kamtibmas  di wilayah seperti tawuran, petasan, balap liar, serta geng motor dan kejahatan konvensional,”tutupnya.

Ia pun mengimbau kalangan remaja  untuk tidak melakukan sahur on the road (SOTR). Sebaiknya dilakukan di rumah saja.

(angga/sir)