Sunday, 16 December 2018

Dikendalikan Dari Lapas, Bandar Narkoba Diringkus, 1,9 Kg Sabu Disita

Selasa, 30 Mei 2017 — 14:06 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Tim Pemburu Narkoba (TPN) Polres Metro Jakarta Pusat, meringkus bandar narkoba di Jalan Daan Mogot Raya, Cengkareng, Jakarta Pusat, Selasa (3O/5/2017) subuh. Dari tangan pria berinsial HG,31, itu petugas menyita 1,9 kilo gram sabu.

Kini tersangka HG, berikut barang bukti sabu sudah terbungkus rapi diamankan tim ‎pemburu narkoba ke Mapolres Metro Jakarta Pusat, sedang bandar besarnya yang masih berada di Lapas Cipinang yang kini menjadi buruan petugas TPN.

‎Kapolres Metro Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto,  mengatakan  tertangkapnya pria bandar sabu berinsial HG, berawal dari laporan seseorang yang juga informen polisi. Begitu Kapolres mendapat laporan yang sudah pasti kalau di kawasan Jl Daan Mogot ada bandar sahbu yang sedang mau bertransaksi pada seseorang.

Begitu dapat laporan, Kapolres Suyudi segera memerintahkan anggotanya Kasat Narkoba AKBP Hendri Sitepu, bersama rekannya segera meluncur kelokasi yang sudah diinfokan. Setibanya petugas di TKP, ternyata benar ada pemuda yang akan melakukan transaksi narkoba jenis sabu.

bandar sabuPemuda bandar sabu dibekuk Polres Jakpus di Cengkareng.(silaen)

‎Suyudi Ario Seto mengungkapkan, HG diamankan lantaran kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 186,02 gram. Ada 10 anggota tim pemburu narkoba. Dengan sigap pria bandar sabu itu dalam waktu singkat berhasil dibekuk petugas kepolisian. Dan dari tangannya disita barang bukti sabu sebanyak 1,9 kilo gram sabu terbungkus dalam plastik.

Kini pria asli Jakarta itu diamankan bersama barang bukti sabu ke Mapolres Metro Jakarta Pusat. Dari hasil intorgasi yang dilakukan petugas di ruang serse narkoba, pria berinsial HG mengaku kalau barang haram itu milik saudaranya yang masih berada di Lapas Cipinang. Namun pria itu masih merahasiakan identitas adik sepupunya yang mengendalikan dari rumah tahanan.

Namun petugas nantinya akan koordinasi dengan petugas Lapas Cipinang. Akibat perbuatan pelaku ia bisa dikenakan melanggar pasal ‎114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana kurungan di atas 5 tahun.

(silaen/sir)