Sunday, 15 September 2019

Masih Tersisa 27 Ribu Blanko E-KTP di Kota Bekasi

Selasa, 30 Mei 2017 — 16:38 WIB
blanko

BEKASI (Pos Kota) – Di Kota Bekasi ada sisa 27 ribu blanko KTP elektronik (E-KTP) yang belum digunakan hingga akhir Mei 2017. Sejauh ini Kota Bekasi mendapat jatah 40 ribu blangko, dan yang menggunakan baru 13 ribu warga.

“Yang tercetak baru  13 ribu.000 warga yang mencetak Kartu Tanda Penduduk berbasis Elektronik (KTP-el), sejak didistribusikannya blangko KTP el sejak April 2017 lalu oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” ujar Jamus Rosidi, Sekretaris Disdukcapil Kota Bekasi, Selasa (30/5).

Menurut Jamus Pemkot Bekasi mendapat jatah blangko e-KTP dari Kemendagri sebanyak 40.000 yang digunakan untuk persiapan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada serentak, Gubernur Jawa Barat dan Wali Ko‎ta Bekasi, tahun depan.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan mengoptimalkan pencetakan blangko e-KTP kepada warga yang telah memiliki Surat Keterangan (Suket) perekaman KTP-e periode September 2016 dan periode sebelumnya, agar diprioritaskan melakukan pencetakan e-KTP.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang sudah memiliki Suket yang masa berlaku pada September 2016 dan periode sebelumnya, untuk segera mendatangi kantor kecamatan atau Disdukcapil Kota Bekasi.

“Proses pencetakan e-KTP bisa dilakukan apabila sudah dalam posisi print ready record (PRR), secara otomatis maka warga yang bersangkutan dapat melakukan pencetakan e-KTP,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya masyarakat Kota Bekasi yang masuk kategori print ready record‎ ada sebanyak 80.000 orang. Namun, jatah blangko e-KTP hanya diberikan sebanyak 40.000 blangko.

“Makanya kami optimalkan penggunaan blangko tersebut. Kalau merujuk angka kebutuhan 80.000 sedangkan blangko yang tersedia hanya 40.000, jelas tidak mencukupi. Tapi, tidak semua warga yang mempunyai kebutuhan mendesak agar e-KTP-nya segera dicetak,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, print ready record merupakan ‎hasil verifikasi dari Kemendagri terhadap penunggalan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga yang bersangkutan sudah siap dilakukan pencetakan e-KTP.

“Kemendagri melakukan proses penunggalan Nomor Induk Kependudukan sehingga dalam posisi print ready record. Bagaimana warga mengetahui apakah sudah masuk kategori print ready record atau belum? Datang ke petugas Adminduk atau ke Disdukcapil Kota Bekasi untuk mengetahui statusnya dengan membawa Suket,” ucapnya.

Dia pun mengklaim, dengan angka 13.000 pencetakan e-KTP sejak tiga pekan belakangan ini, menunjukkan keberhasilan dalam sosialisasi Disdukcapil Kota Bekasi agar warga melakukan pencetakan e-KTP.  “Animo masyarakat cukup tinggi hal ini dibuktikan dengan pencetakan 13.000 dalam beberapa minggu ini,” ujarnya.

Sementara itu, sudah tidak ada lagi antrean panjang hingga ratusan di kantor Disdukcapil Kota Bekasi. Warga tidak terlihat lagi mengantre panjang untuk mengurus pembuatan e-KTP.

“Bagi warga yang masa berlaku Suket-nya telah habis, periode enam bulan, dapat diperpanjang kembali Suket-nya dengan datang ke kantor Disdukcapil. Saat ini, kami masih melayani pencetakan e-KTP bagi penerbitan Suket periode September 2016 dan periode sebelumnya,” ujar salah satu petugas di kantor Disdukcapil Kota Bekasi. (saban/win)