Thursday, 14 December 2017

Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, Bapak 2 Anak Minta Maaf ke Kapolri

Selasa, 30 Mei 2017 — 9:28 WIB
Sejumlah polisi terlihat berjaga-jaga.(ikbal)

Sejumlah polisi terlihat berjaga-jaga.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap ARP Parsa karena statusnya di Facebook. Ia pun meminta maaf pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

ARP ditangkap pada Minggu (28/5/2017). Ia menulis dalam status di akun pribadinya di Facebook bahwa teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah sebuah rekayasa.

Muhammad Ihsan, pengacara ARP, mengatakan kliennya menyesal. “Ia menyesal dan menulis surat permintaan maaf pada Pak Kapolri dan penyesalah atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang,” katanya, Selasa (30/5/2017).

Dalam surat terbuka yang dilengkapi materai itu, ARP meminta maaf pada Kapolri dan masyarakat Indonesia. Selain menyesal, ia berjanji tak mengulanginya lagi.

“Ia berharap bisa dimaafkan dan kembali kumpul dengan keluarga karena ia tulang punggung keluarga,” sambungnya. Sebagai kepala keluarga ARP punya dua anak serta istri yang tengah mengandung.

Menurutnya, ia juga meminta permohonan penangguhan penahanan dengan jaminan dari keluarga. “Semoga Pak Kapolri memaafkan dan masyarakat memaafkan sehingga ini bisa menjadi pelajaran bagi ARP dan pengguna media sosial lain untuk menggunakan media sosial dengan cerdas dan beretika,” katanya. (*/yp)