Monday, 23 October 2017

APA HARUS BEGITU TERUS

Rabu, 31 Mei 2017 — 5:16 WIB

PUASA baru lima hari. Tapi Lebaran sudah jadi top pembicaraan. Semua sibuk. Yang kelihatan paling sibuk, Menteri Perhubungan dan Menteri PU dan PR (Perumahan). Menteri Perhubungan soal angkutan. Menteri PU- PR soal jalan.

Menteri Sosial masih adem-adem. Memang apa yang diurusnya? Nah, lho. Soal “gepeng”, gelandangan dan pengemis memang sudah beres? Betul sekarang di Jakarta masih sepi pengemis. Sebentar lagi, bakal ramai. Lihat saja.

Mudah-mudahan saja Satpol PP dan petugas Dinas Sosial tahan terus merazia. Sebab ada petugas yang sudah tahan. Menyerah. Lihat saja angkutan kota. Spanduk 10 meter dipasang di dekat jembatan layang Perintis Kemerdekaan – A.Yani. Tapi tidak jauh, supir Metro Mini ngetem tenang di sekitar halte depan ITC Cempaka Mas. Itu contoh. Belum lagi angkot di belokan pasar Palmerah dan tempat lain.

Perbaikan jalan dan angkutan Lebaran tetap jadi isu setiap tahun. Rutin. Setuju ada perbaikan jalan. Tapi kalau sekadar tambal-tempel, ya kuatnya cuma beberapa bulan. Habis Lebaran, bakal rusak lagi. Memang bagusnya dibeton saja. Sudah itu, pengawasannya diperketat. Dibongkarnya di beberapa bagian di jalan tol Cipali, bagus, mencegah kecelakaan. Cuma, pengerjaan tadinya, apa enggak diihat. Campuran bahannya bagaimana. Atau memang struktur tanahnya?

Di daerah Sumatera, di beberapa bagian jalan sudah dan sebagian lagi dilakukan betonisasi. Mudah-mudahan saja Lebaran bisa dipakai. Yang jelas, akhir tahun depan atau awal 2019 jalan-jalan yang dibangun termasuk jalan tol bakal selesai. Apakah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Apa ini ada kaitannya dengan Pilpres 2019? Tidak perlu dipertanyakan itu. Rakyat senang jalan-jalan di daerahnya jadi mulus. Termasuk jalan-alan alternatif. Dan mudah-mudahan lebih awet.

Kasus Brexit (Brebes Exit, pintu keluar tol Brebes) yang membuat macet sampai puluhan kilometer di jalan tol Brebes tahun lalu, tidak bakal terjadi lagi. Kenapa? Karena jalan tol itu sudah blebes lewat Brebes. Diperkirakan Lebaran nanti sampai Weleri. Pak Budi Karya Sumadi, menteri perhubungan tentu tidak ingin kasus Brexit kembali terjadi di pintu keluar Weleri misalnya.

Inilah fenomena Lebaran. Bikin sibuk. Pedagang sibuk cari uang untuk Lebaran. Produksi dikebut. Karyawan bisa-bisa dapat uang lembur. Lumayan. Kakilima pinggir jalan nambah, bikin pusing Satpol PP. Pedagang kolak, kelapa muda dan makanan untuk buka puasa, muncul dimana-mana. Di setiap pelosok. Mudik, biarpun susah, repot dan bertarung nyawa. Tetap saja ada. Rasanya ini masih wajar. Cuma, apakah perbaikan jalan setiap tahun menjelang Lebaran, dianggap masih wajar? Apakah tidak dilakukan setelah Lebaran? Sehingga dilakukan dengan tidak terburu-buru. Kalau terburu-buru, mutunya? Tapi apakah itu yang dimaui? (lubis1209@gmail.com)