Saturday, 22 September 2018

Dikeluhkan Warga, Angkutan Umum Mangkal di Depan Stasiun Kebayoran Lama Ditilang

Rabu, 31 Mei 2017 — 6:33 WIB
Petugas Satpel Dishub Kecamatan Kebayoran Lama menertibkan angkutan umum yang ngetem di bahu jalan depan Stasiun Kebayoran, Kebayoran Lama, Jaksel. (Rachmi)

Petugas Satpel Dishub Kecamatan Kebayoran Lama menertibkan angkutan umum yang ngetem di bahu jalan depan Stasiun Kebayoran, Kebayoran Lama, Jaksel. (Rachmi)

MEMBUAT jalanan kerap macet terutama saat pagi hari, tiga angkutan umum yang mangkal di depan Stasiun Kebayoran ditilang petugas Satpel Dishub Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pasca penindakan, petugas akan rutin dikerahkan menjaga kawasan strategis tersebut.

“Saya menginstruksikan Satpel Dinas Perhubungan DKI Kecamatan Kebayoran Lama untuk tetap memantau lokasi di depan Stasiun Kebayoran Lama yang rawan menjadi tempat mangkal bus,” kata Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali didampingi Sekcam Habib Asy’ari dan Komandan Regu Satpel Dishub Kebayoran Lama, Nana Choerudin di lokasi, Selasa (30/5).

Penindakan tersebut menindaklanjuti keluhan pembaca melalui SMS Aspirasi Warga Jakarta di Pos Kota. Isi pesannya:”Depan Sasiun Kebayoran Lama setiap pagi berjejer Metro Mini S-74 sehingga jalanan menjadi macet. Apakah jalan tersebut sudah dikontrakkan untuk pool atau sudah jadi terminal baru khusus S-74?,” kata pengirim SMS bernomor 081386635xxx.

Saat ditertibkan, sejumlah sopir sempat protes karena berdalih penumpang sepi. Sehingga mengandalkan penumpang yang baru ke luar dari Stasiun Kebayoran. “Tolong pak saya jangan ditilang, saya baru narik kok,” pinta sopir kepada petugas.

Namun permintaan itu tak digubris, petugas menilang 3 bus sedang sebagai efek jera. Sedangkan sejumlah bus lainnya yang baru memasuki kawasan tersebut langsung digebah supaya jalan, karena arus lalu lintas padat.

Terpisah Kepala Sudin Perhubungan Jaksel, Christianto mengatakan kondisi tersebut karena integrasi antar moda. Penumpang yang turun dari KA berpindah ke Metro Mini atau sebaliknya.

“Sopir bus seringkali mengaku penumpang semakin sepi karena beralih ke sepeda motor ataupun online, sehingga ngetem lama di depan stasiun,” ungkapnya yang berjanji akan meningkatkan razia di lokasi tersebut. (Rachmi)