Thursday, 20 September 2018

Ditelantarkan Pria Bule, Ibu Tiga Anak Ini Mengadu ke Kak Seto

Rabu, 31 Mei 2017 — 20:15 WIB
Yanti (tengah) saat mengadukan nasibnya kepada Ketua Umum LPAI, Kak Seto Mulyadi. (Joko)

Yanti (tengah) saat mengadukan nasibnya kepada Ketua Umum LPAI, Kak Seto Mulyadi. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Ibu dari tiga anak , Yanti Sudarno mengadu ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) di Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Ia mengaku mantan suaminya yang merupakan pengusaha kapal tanker berkebangsaan Norwegia, melentarkan anak-anaknya yang masih kecil.

“Berdasarkan putusan pengadilan pada perceraian kami, hakim mewajibkan kepada mantan suami untuk menafkahi ketiga anak kandungnya sebesar Rp 20 juta/bulan,” ujar Yanti di hadapan Ketua Umum LPAI, Kak Seto Mulyadi, Rabu (31/5).

“Namun sejak putusan cerai pada September 2015 sampai kini tidak pernah membiayai anak-anak yang semuanya ikut sama saya,” sambung Yanti sambil membawa dua anak yang berusia tujuh dan empat tahun.

Kondisi yang paling tragis adalah saat ia bersama anak-anak diusir dari rumah di kawasan Cilandak, Jaksel, yang menurut Yanti merupakan bagian dari harta gono-gini. “Mantan suami saya Morten Innhauge bersama istri barunya mengusir kami dari rumah 28 September 2015,” ujarnya sambil mendekap kedua anak kecilnya yang berparas blasteran indo. Mantan suaminya memang orang bule.

Selain itu, Yanti juga baru tahu bahwa kepemilikan saham perusahaan sebesar 90 persen di PT BLI yang bergerak di bisnis kapal tanker, sudah berbalik nama ke istri baru Morten. “Tindak pidana pemalsuan surat dan pengalihan saham secara sepihak sudah saya laporkan ke Polres Metro Jaksel, tapi sampai kini belum ada tindak lanjut,” papar Yanti yang kini hidup hanya mengandalkan jualan hijab secara online.

Dalam hal ini Yanti akan melakukan upaya hukum yaitu (1) Gugatan Hak Asuh Anak, (2) Gugatan Harta Gono Gini, (3) Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Peralihan Saham BLI serta (4) Laporan Polisi di Polda Metro Jaya terkait dengan adanya dugaan tindak pidana pemalsuan tandatangannya yang dipergunakan untuk mengalihkan saham BLI.

Kak Seto berjanji akan mengundang mantan suami Yanti ke kantornya untuk diajak berdialog. “Diharapkan melalui dialog itu nantinya bisa ditemukan solusi yang bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Kak Seto didampingi Sekjen LPAI Heny. Kalau hanya aduan sepihak, LPAI belum bisa memutuskan apa-apa. (Joko)