Tuesday, 16 October 2018

Kemenaker Bentuk 400 Desmigratif Dalam Tiga Tahun

Rabu, 31 Mei 2017 — 8:20 WIB
Menteri Tenaga Kerja  M. Hanif  Dhakiri. (ist)

Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 400 Desa Migran Produktif akan dibentuk dan difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan dalam jangka waktu tiga tahun.

Untuk wujudkan hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri melakukan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dengan tujuh kementerian, yaitu Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Pembangunan Desmigratif ini merupakan salah satu solusi dan bentuk kepedulian serta kehadiran negara dalam meningkatkan perlayanan perlindungan kepada CTKI/TKI dan anggota keluarganya, ” jelas Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta.

Selain dukungan dari tujuh kementerian, program Desmigratif juga didukung Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupa 5 swasta, perguruan tinggi, mitra lokal atau komunitas masyarakat setempat dan lembaga keuangan.

Menurut Hanif, penunjukkan Desmigratif, adalah desa yang penduduknya sebagian besar bekerja di luar negeri, memahami sistem penempatan dan perlindungan TKI baik di dalam dan luar negeri. TKI juga diharapkan mampu membangun usaha secara mandiri yang produktif melalui peran aktif pemerintah desa dan pemangku kepentingan.

“Sejak dimulai tahun 2016 ada pilot project di dua desa, yaitu Deaa Kenanga Kec. Sindang Kab. Indramayu, Jabar dan Desa Kuripan Kec. Watumalang, Kab. Wonosobo, Jateng,” kata Menaker.

“Tahun ini akan dibentuk 120 Desmigratif, meliputi 100 desa di 50 Kabupaten/kota asal TKI dan 20 desa di 10 Kab/Kota di Provinsi NTT. Sementara tahun 2018 akan dibentuk sebanyak 130 desa dan pada 2019 sebanyak 150 desa.”

(tri/sir)