Wednesday, 18 October 2017

Polisi Ini Tidak Mau Kalah dengan Wartawan

Rabu, 31 Mei 2017 — 0:03 WIB
Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno

MENDEKATI masa purnabakti tidak membuat Kompol Suyatno menjadi semangatnya kendor. Dia justru semakin energik dan selalu aktif datang ke tempat kejadian perkara, yang terjadi di jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Bahkan selama pengamanan Pilkada DKI, beberapa waktu lalu dia justru nyaris tak pernah pulang.

Kompol Suyatno membuktikan, jika sisa setahun mengabdi sebagai anggota Bhayangkara akan dia pergunakan sebaik mungkin. Maklum sejak menjadi resmi anggota dengan pangkat bintara 38 tahun silam, kariernya tergolong tak pernah cacat. “Tahun depan saya sudah purnabakti, tak mau sisa pengabdian ini tercoreng,” ujar lulusan SPN Lido Angkatan 81/82 ini.

Di pengujung pengabdiannya, Suyatno dipercaya menjadi Kasubag Humas Mapolres Metro Jakarta Pusat. Sudah empat tahun dia menjadi corong jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Selama itu pula dia bergaul dengan wartawan sehingga tak heran dia mengetahui betul profesi kuli tinta tersebut. “Profesi wartawan itu mulia, dia menyebarkan informasi kepada masyarakat sedetail mungkin, tanpa mengenal tempat dan waktu,” ucapnya.

“Fungsi utama kerja media massa itu membuat masyarakat memiliki informasi yang memadai tentang sebuah peristiwa dan fenomena. Fungsi semacam itu hanya bisa dipenuhi jika wartawan menyajikan fakta-fakta empiris. Nah, saya mencoba menerapkan teori tersebut, ” katanya.

DATANGI TKP

Sebelum menjabat Kasubag Humas, pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, ini sudah empat kali menjabat Kapolsek, dua kali di jajaran Mapolres Metro Bekasi Kabupaten. Kemudian menjabat Kapolsek Johar Baru, dan Kapolsek Tebet. Dengan jabatan terakhirnya, Suyatno sudah belasan tahun berpangkat Kompol, tapi masih semangat mendatangi TKP setiap peristiwa besar.

“Sama seperti wartawan, saya juga harus mengumpulkan data lalu mewawancarai tersangka atau korban kejahatan dan saksi lainnya,” kata bapak tiga anak ini.
Tindakannya ini membuat atasanya, sering lebih percaya kepadanya dibandingkan Kapolsek atau Kasat jika meminta data tentang suatu kejadian.

“Sebagai corong Kapolres mengharuskan saya lebih mendetail mengumpulkan data, saya tak mau kalah dengan wartawan, makanya handphone saya 24 jan non stop. Kapan saja saya siap dikonfirmasi,” tukasnya.

Seperti saat pengamanan Pilkada DKI, aksi damai jutaan umat muslim hingga kasus pembunuhan Mirna si Kopi Sianida, dia kerap menjadi nara sumber wartawan.

Menghadapi dinamika seperti itu sambungnya, jabatan Kasubag Humas di jajaran ini harus benar-benar siap fisik dan mental, mampu membangun kerjasama, dan berintelegensi. Tak heran jabatan Kasubag Humas ini, diakuinya tergolong paling berat dibandingkan jabatannya sebelumnya.

BAROMETER

“Harus dingat, Jakarta Pusat itu barometer berbagai peristiwa, beda dengan empat wilayah lainnya di Jakarta Selatan, Timur, Utara dan Jakarta Barat,” katanya tersenyum.

Diakuinya selama menjadi Kasubag Humas dan 38 tahun menjadi anggota Polri, dia paling terkesan dengan aksi damai jutaan umat Islaam saat melakukan Aksi Bela 212.

“Semula banyak orang khawtir, tenyata aksi itu benar-benar damai. Tak satu ranting pohon tumbang atau tanaman rusak diinjak, massa pendemo juga memungut sampah di areal lokasi demo. Benar-benar aksi demo dengan pengeman paling terkesan selama menjadi anggota Polri,” uajranya.
Selama empat tahun mengemban jabatan ini Suyatno mengaku bangga karena belum pernah ada yang komplain baik terhadap pimpinan maupun lainnya. “Alhamdulillah, selama menjabat Kasubag Humas, semuanya lancar dan terkendali, semoga kondisi seperti ini sampai saya purnabakti nanti,” dia berharap seraya menyebutkan akan pulang ke kamung mengenang masa kecil. (silaen)