Friday, 20 September 2019

Tips Dokter Supaya Anak Ikut Puasa

Rabu, 31 Mei 2017 — 10:30 WIB
Kepala Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Drg Dewi Isnawati. (mo1)

Kepala Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Drg Dewi Isnawati. (mo1)

PUASA adalah pengalaman baru untuk anak-anak. Bagaimana menjaga anak, untuk menjalani puasa, tapi tetap sehat, karena waktu menahan lapar dan haus yang cukup lama.

Banyak orangtua yang menyamakan pola puasa mereka dengan sang anak. Memberikan makanan sahur dan buka, merupakan kewajiban orangtua agar anaknya merasakan puasa itu menyenangkan.

Lalu, tips apa yang cocok untuk membuat anak senang berpuasa, juga menjaga kesehatan anak tetap terjaga?

Kepala Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Drg Dewi Isnawati, membagikan tips yang berguna, untuk anak yang sedang belajar berpuasa.

Menurut dokter Dewi, anak yang baru berpuasa harus diajarkan latihan puasa terlebih dahulu, sebelum menjalani puasa penuh layaknya orang dewasa.

“Sebelum menjalani puasa penuh, anak harus dilatih, seperti tahun pertama puasa, bisa ikut sahur bareng, lalu nanti jam 10 atau jam 12 buka puasa, lalu di tingkatkan jadi tiap azan, dan selanjutnya bisa sampai Maghrib, harus bertahap semuanya” ungkapnya

Terkadang, anak juga malas untuk sahur, karena waktu tidurnya diganggu, dan buka puasa menjadi hal yang membosankan untuk anak apabila menu dari buka puasa, kurang menarik perhatian anak.

“Kalo anak malas sahur, bisa dengan siasat tidurnya dibikin lebih sore, atau diajak main dulu, lalu makanannya dibikin khusus. Biar menarik perhatian anak.” kata Dewi.

“Lalu buka puasa juga jangan disamakan dengan yang dewasa, bikin menu sendiri untuk anak, contohnya dengan sup buah buahan, meracik makanan seperti nugget, atau telur rebus, yang tidak terlalu berat, namun anak suka” tambahnya

Aturan dalam berbuka puasa untuk anak, memang harus diperhatikan juga, pasalnya perut anak berbeda dengan perut orang dewasa. Orang tua juga tidak bisa semata mata menuruti kemauan anak, tanpa memperhatikan kesehatannya.

“Kalo buat anak, jangan langsung dikasih es, walaupun dia minta, coba bujuk dulu dengan yang hangat, dan manis, baru ketika sudah normal, bisa dikasih es atau makanan lain” kata dokter Dewi

Mengajak anak dalam berpuasa, memang kewajiban orangtua, namun membuat anak berminat untuk berpuasa sendiri adalah tugas yang harus dikerjakan orang tua.
(mo1/sir)