Saturday, 22 September 2018

Harga Garam Melambung Tak Dinikmati Petani

Kamis, 1 Juni 2017 — 0:02 WIB
Garam ditumpuk sebelum dibawa menggunakan truk. (dok)

Garam ditumpuk sebelum dibawa menggunakan truk. (dok)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Harga garam di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memasuki bulan Ramadhan 1438 Hijriyah ini melambung tinggi. Bahkan harganya berlipat-lipat dibandingkan harga saat musim garam.

Harga garam yang berlaku di lokasi produsen garam yakni di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (31/5) tercatat sebesar Rp2.900 per Kg.

Bahkan harga garam ditambah ongkos kuli angkut sampai di atas truk mencapai Rp3.500 per Kg. Melambungnya harga garam saat ini berbeda jauh dibandingkan saat panen garam yang harganya hanya Rp350 per Kg.

Meskipun harga tinggi, namun petani garam tidak menikmatinya alias kecipratan rezeki nomplok. Masalahnya petani produsen garam sekarang ini sudah tidak memiliki persediaan garam lagi.

Tingginya harga garam kata Warmin, 57 disebabkan karena pengaruh kegagalan panen garam tahun 2016. Kegagalan panen garam tahun lalu itu disebabkan karena selama musim kemarau curah hujan cukup tinggi, sehingga menyulitkan para petani memproduksi garam. Ribuan petani garam saat itu hanya bisa gigit jari.

Dampak gagalnya musim garam di Indramayu Tahun 2016 kini mulai terasa dengan naiknya harga garam yang cukup tajam . “Percuma saja harga garam sekarang ini naik tinggi, karena petani sudah tidak punya persediaan garam lagi,” katanya.

Tingginya harga garam sekarang ini berusaha dimanfaatkan Anggota Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) “Banyu Asin Jaya” di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu yaitu dengan melakukan percepatan produksi garam.

Tak heran memasuki bulan Puasa Ramadhan 1438 Hijriyah yang terkadang masih dibarengi turun hujan, para Anggota KUGAR “Banyu Asin Jaya” ramai-ramai turun ke ladang penggaraman melakukan percepatan produksi di kawasan pantai Blok Tampalong Sari, Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur.

Naiknya harga garam lokal rupanya menyedot perhatian petani garam melakukan percepatan produksi garam. Hal itu diakui Sekretaris KUGAR “Banyu Asin Jaya” Desa Karanganyar, Wendi saat ini sudah banyak petani yang melakukan percepatan produksi garam karena harga garam sedang tinggi. “Kami bersama masyarakat lagi ngebut membuat lahan penggaraman di Blok Tempalong Sari, Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu,” kata Wendi.

Ia bersama anggota KUGAR berharap mudah-mudahan harga garam itu tetap tinggi mencapai Rp2.900 per Kg sehingga dinikmati Anggota KUGAR yang saat ini tengah melakukan percepatan produksi garam. (taryani)