Monday, 17 December 2018

Mempunyai Suami DRS MED Nekat Bawa PIL ke Rumah

Jumat, 2 Juni 2017 — 5:36 WIB
loyo

MURADI, 35, bukanlah mahasiswa kedokteran, tapi dia punya titel DRS Med. Gara-gara itu Maryani, 28, memilih punya PIL demi kepuasan syahwati. Agar suaminya menceraikan, wanita ini sengaja bawa PIL ke rumah dan berkencan di kamar pribadi. Coba, suami cap apa yang tak mengkap-mengkap dadanya?

Jaman tahun 1960-an, mahasiswa kedokteran yang nyaris selesai strudinya punya jenjang istilah: DRS Med. Tapi lama-lama istilah itu diplesetkan untuk mengolok kaum lelaki yang gagal memuaskan istri di ranjang, karena belum selesai sudah KO duluan. Maka DRS Med dalam konteks ini dimaksudkan: Dereng Rampung Sampun Medal alias ejakulasi dini.

Maryani warga Sukun Kabupaten Malang (Jatim), salah satu wanita yang merasa paling malang di dunia. Muradi suaminya nampak ganteng dan perkasa. Tapi itu hanya tongkrongan belaka, “tangkringan”-nya nol. Andaikan ranjang suami istri itu sebuah arena perkuliahan, pasti Muradi sudah di-DO duluan.

Gara-gara suami berpenyakit “DRS Med” tersebut, 5 tahun menikah belum juga punya momongan. Sebagai istri yang masih begitu muda, kaya akan stamina, tentu saja kecewa dengan kwalitas suami. Diam-diam Maryani mencai kepuasan di luar rumah. Ketika ketemu lelaki muda yang tidak santun, bicara ceplas-ceplos, tapi “kinerja”-nya memuaskan, langsung saja terpesona. Diajak ke hotel pun siap, karena memang itu maunya.

Ternyata kinerja Hartomo, 30, memang luar biasa, nggak ada matinye. Udah 10 ronde, main partai tambahan masih oke saja. Karena prospek lelaki ini juga menjanjikan, dia siap menjadi istrinya. Tentu saja caranya, dia harus bercerai dulu dengan si ganteng Muradi, yang “mur”-nya tidak adi itu. “Mas, rasanya rumahtangga kita cukup sampai di sini. Saya minta cerai,” kata Maryani setibanya di rumah.

Ternyata Muradi tak mau menceraikan, dengan alasan sangat mencintainya. Dia menyadari kekurangannya, sehingga menyilakan istri untuk berselingkuh. Yang penting dia tidak melihat dan tak mendengar. Ibarat kata Muradi menyarankan, silakan kalian menjadi peselingkuh radikal, tapi jangan sampai rumahtangga yang kita bangun bersama hancur karenanya.

Sebetulnya punya suami yang permisif begitu, Maryani jadi salah tingkah dan serba salah. Bagaimana mungkin suami kok mendorong bini untuk selingkuh? Tapi Maryani sendiri juga tidak nyaman sebetulnya berbuat seperti itu. Tapi bagaimana lagi, dia pengin punya momongan dan punya kepuasan.

Belum lama ini Maryani nekat membawa PIL-nya ke rumah. Setelah diperkenalkan pada suami, Hartomo langsung diajak masuk ke kamar pribadinya. Tanpa kamar dikunci keduanya bemesum ria secara demonstratif, dengan ranjang yang sengaja dibuat berderak-derak dan rintihan disengaja.

Tentu saja Muradi kalang kabut. Baru melihat istrinya mengajak tamunya masuk kamar sudah cemburu, kok ini malah meledek dengan kencan demonstratip. Begitu dia membuka kamar, Muradi sungguh terkesiap. Tapi apa Maryani, “Makanya, aku ceraikan segera, biar aku bisa berumahtangga secara normal!” Kali ini Muradi benar-benar dibuat KO, sehingga dia terpaksa mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

Sakitnya memang sampai di bawah puser. (JPNN/Gunarso TS)