Tuesday, 25 September 2018

Soetrisno Bachir Akui Beri Dana untuk Amien Rais

Jumat, 2 Juni 2017 — 20:50 WIB
Amien Rais (toga)

Amien Rais (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2005-2010, Soetrisno Bachir, mengakui adanya aliran dana Rp 600 juta kepada Amien Rais, Namun, dana itu sebagai bantuan sosial .

“Betul aliran dana itu berasal dari bantuan saya, yang diberikan melalui ipar saya, Yuri, kepada Bapak Amien Rais,” ujarnya didampingi Ketum PAN 1998-2004 Amien Rais dan Ketum PAN 2015-2020 Zulkifli Hasan di rumah dinas Ketua MPR, Zulkifli Hasan bilangan Jakarta Selatan, Jumat malam (2/6).

Dijelaskannya, perusahaan yang dikelolanya memiliki alokasi anggaran untuk bantuan kepada orang atau organisasi yang membutuhkan bantuan atau semacam Corporate Social Responsbility atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Soetrisno Bachir

Soetrisno Bachir

Amien Rais menambahkan seingatnya bantuan itu yang masuk rekeningnya kurun 15 Januari hingga Agustus 2007. “Karena itu terjadi sudah 10 tahun lalu, saya segera me-refresh memori saya. Pada waktu itu Soetrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain,” ungkapnya.

Seusai klarifikasi ini, Zulkifli Hasan mengharapkan media tidak lagi mereka-reka ataupun mengait-kaitkan aliran dana tersebut yang hanya membuat heboh. “Arahan Bapak Presiden Jokowi sejalan dengan sikap partai (PAN) membenahi kinerja pembangunan ke depan sekaligus meredam heboh perpecahan negeri ini. Apalagi saat ini nilai investasi dan indeks saham kita mulai menaik,” ujarnya.

Seperti diketahui jaksa penuntut umum dari Komisi Peberantasan Korupsi pada saat membacakan tuntutan terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah bahwa ada aliran dana korupsi Alkes ke rekening atas nama Amien Rais hingga enam kali masing-masing Rp 100 juta.

Siti Fadillah dituntut 6 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Jakarta karena didakwa korupsi dana pengadaan alat kesehatan (alkes) di Kementerian Kesehatan yang merugikan negara Rp 6 miliar lebih. (rinaldi)