Thursday, 24 May 2018

Wakil Walikota: Masyarakat Jangan Panik Terkait Harga Sembako

Jumat, 2 Juni 2017 — 22:10 WIB
Wakil walikota Jakarta Timur, M. Anwar saat melakukan sidak di pasar perumnas Klender. (Ifand)

Wakil walikota Jakarta Timur, M. Anwar saat melakukan sidak di pasar perumnas Klender. (Ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Menjaga kestabilan harga di bulan Ramadhan ini, tim Jejaring Keamanan Pangan Jakarta Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jumat (2/6). Hasilnya, warga bisa bernafas lega karena harga kebutuhan pokok masih stabil.

Wakil Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pengecekan yang dilakukan pihaknya untuk melihat stok dan harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Perumnas Klender. “Jangan sampai warga kembali dipusingkan dengan naiknya harga sembako di bulan Ramadhan ini,” katanya, Jumat (2/6).

Menurutnya, komoditi yang menjadi pengawasan pihaknya adalah daging, ikan, telur, minyak goreng, sayur, dan bawang. Harga itu harus terus dijaga sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang nantinya akan membuat warga kebingungan. “Pemeriksaan ini juga sesuai instruksi gubernur untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok,” ujar Anwar.

Dari hasil sidak itu, kata Anwar, pihaknya mendapati harga minyak goreng kemasan dan minyak curah masih di kisaran harga Rp12-Rp13 ribu perkilogram. Begitu pula harga daging sapi yang masih diangka Rp120 ribu perkilogram. “Untuk harga daging ayam broiler mengalami kenaikan  yang mulanya Rp33 ribu perekor menjadi Rp36 ribu perekor,” paparnya.

Untuk itu, Wakil Walikota mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dengan harga kebutuhan pokok (Sembako) saat ini. Terlebih, dari pengecekan yang dilakukan pihaknya, stok bahan pokok cukup memadai, seperti bumbu dapur, daging serta bahan pokok lain. “Kita harapkan juga para pedagang di pasar dapat menjaga kestabilan harga, agar terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.

Ditambahkan Anwar, pemantauan harga tidak hanya dilakukan saat ini saja. Pasalnya, tim akan kembali melakukan pengecekan hingga jelang Idul Fitri. “Hasil pemantauan di lapangan akan dirapatkan terlebih dahulu di tingkat kota dan selanjutnya akan terus kita lakukan pengecekan di tiap-tiap pasar,” tukasnya. (Ifand/win)