Tuesday, 25 September 2018

Kalah di Final Liga Champion

Lawan Madrid, Titik Lemah Juventus Adalah Higuain

Minggu, 4 Juni 2017 — 4:49 WIB
Goncalo Higuain selalu kesulitan melewati pemain belakang Real Madrid Raphael Varane dan Marcelo (reuters)

Goncalo Higuain selalu kesulitan melewati pemain belakang Real Madrid Raphael Varane dan Marcelo (reuters)

WALES- Mimpi buruk Gonzalo Higuain jadi kenyataan. Pemain Juventus asal Argentina ini lebih sering gagal di final pada laga sepak bola yang pernah diikutinya.

Sepertinya kutukan itu belum berakhir ketika dia membela Juventus di Final Liga Champion yang berlangsung di Cardiff, Wales Minggu (4/6/2017) dinihari WIB melawan juara bertahan Real Madrid.

Buktinya Higuain kembali belum bisa merasakan juara karena Juventus bertekuk lutut 1-4 dari Real Madrid.

Catatan yang ada, Higuain dalam beberapa tahun terakhir ini selalu diidentikkan sebagai pembawa sial di laga final. Betapa tidak dari tujuh laga final yang pernah diikutinya, Higuain hanya mampu memenangi tiga di antaranya, yakni satu Copa del Rey dan dua Coppa Italia. Empat sisanya berakhir dengan kekalahan yaitu tiga bersama timnas Argentina dan satu di laga penting bersama Juventus di final Liga Champion.

Tidak itu saja, penyerang berjuluk El Pipita ini ternyata belum pernah sekalipun mencetak gol di partai puncak. Higuain ibarat tidak berjodoh dengan laga final.

Dan pada laga melawan Madrid, titik lemah Juventus adalah Higuain. Mantan pemain Real Madrid tidak berkutik menghadapi bek Los Blancos yang dikomandoi oleh Ramos. Sepertinya mantan teman setimnya itu tahu persis kelemahan pemain berbadan tambun ini.

Buktinya selama 90 menit laga antara Juventus melawn Madrid, nyaris tidak ada serangan yang membahayakan dari Higuain. Ia hanya mampu berlari dan berlari tanpa arah yang jelas.

Memang lemahnya pemain tengah Juventus khususnya di babak kedua, membuat saluran bola kepada Higuain sangat minin. Namun ketika dia mampu menguasai bola dengan mudahnya Ramos dkk mengantisipasinya.

Sebetulnya Dybala yang diharapkan mampu membongkar pertahanan Madrid juga kurang berperan seperti diharapkan. Hanya pada menit-menit awal pemain asal Argentina ini mampu merepotkan pertahanan Madrid.

Penampilan Dybala sangat berbeda ketika melawan Barcelona di perempat final Liga Champion. Ia bahkan mampu mencetak dua gol ke gawang Blaugrana sehingga ketika itu Dybala dinilai lebih hebat dari Messi yang merupakan seniornya di Timnas Argentina.

Nasi sudah menjadi bubur. Harapan Juventus untuk meraih gelar juara Liga Champion kembali gagal dan lagi lagi oleh tim asal Spanyol. Dua musim lalu Juventus kalah di final melawan Barcelona. (B)