Wednesday, 13 December 2017

Bulan Puasa, Warga Indramayu Sulit Cari Gas Melon

Senin, 5 Juni 2017 — 14:54 WIB
Gas melon banyak dicari ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. (taryani)

Gas melon banyak dicari ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Memamsuki bulan puasa Ramadhan, harga berbagai kebutuhan pokok berlomba-lomba naik termasuk harga Elpiji 3 Kg atau Gas Melon di tingkat pengecer seperti yang dialami masyarakat di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Seorang ibu rumah tangga, Ny.Sukriyah, 54 mengemukakan kepada Pos Kota, beberapa hari memasuki bulan suci Ramadhan masyarakat kesulitan mencari gas melon untuk kebutuhan rumah tangga.

Biasanya, gas 3 Kg itu mudah dibeli di pedagang eceran, namun sekarang lumayan sulit. Persediaan gas melon 3 Kg sebelumnya banyak dijumpai di warung-warung kecil atau penjual eceran kini terlihat kosong.

“Akhir-akhir ini gas melon sulit dicari,” ujarnya.

Baik di tingkat penyalur maupun di tingkat pengecer gas 3 Kg itu sulit diperoleh. Kesulitan mencari gas tiga kilo gram, dirasakan masyarakat Kecamatan Krangkeng. Beberapa kali masyarakat menanyakan gas melon ke pedagang, namun mereka selalu mendapatkan jawaban stok gas melon 3 Kg sedang kosong.

Sekali ada gas ukuran tiga kilo gram itu di pengecer, harganya jauh lebih mahal dari harga normal. Di tingkat pedagang eceran, biasanya harga gas ukuran 3 Kg itu dijual antara Rp20 ribu sampai Rp22 ribu per tabung.

Namun pada saat ibu-ibu rumah tangga kesulitan mencari gas tiga kilo gram, harga gas tiga kilo gram di tingkat pedagang eceran itu mendadak naik menjadi Rp.25 ribu per tabung, ujar ibu rumah tangga di Kecamatan Krangkeng.

(taryani/sir)