Monday, 23 October 2017

Djarot dan Sekda Silang Pendapat Sikapi Program Anies-Sandi

Senin, 5 Juni 2017 — 11:35 WIB
Djarot dan Sekda

JAKARTA (Pos Kota) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersilang pendapat dengan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. Keduanya berbeda dalam menyikapi masuknya program pasangan gubernur terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada APBD Perubahan 2017.

Djarot bersikukuh, APBDP 2017 masih kewenangan pemerintahan dirinya dengan Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) yang saat ini nonaktif. Mantan Walikota Blitar ini mengatakan APBDP 2017 masih merupakan kewenangannya

“Loh, di dua bulan terakhir itu kan  2017 toh. Kalau dua bulan kan terakhir tinggal eksekusi,” ujarnya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

Lebih lanjut, Djarot menambahkan, Anies-Sandi  tidak perlu memasukkan program kerjanya pada APBDP 2017 karena tidak dapat memasukkanprogram strategis dalam waktu sekitar dua bulan. Djarot lebih mendorong program Anies-Sandi masuk pada APBD 2018.

“Kalo 2017, dua bulan terakhir mau bikin apa? Kan repot ya. Makanya saya sampaikan kalau APBDP itu sulit ya. Tapi kalau APBD 2018 itu silahkan karena memang yang mengerjakan kan beliau berdua,” tandas Djarot.

Sementara Sekda DKI Saefullah beberapa kali menyatakan Anies-Sandi yang mulai menjabat Oktober 2017 dapat memasukkan programnya pada APBD 2017. Saefullah yang juga Tim  Anggaran Pemerintah Daerah  (TAPD) itu berpendapat, program Anies-Sandi perlu dimasukkan agar dapat langsung bekerja selepas dilantik. (ikbal/win)