Friday, 16 November 2018

Ratusan Imam Inggris Tolak Sholatkan Pelaku Teror London Bridge

Selasa, 6 Juni 2017 — 12:49 WIB
Suasana London Bridge pasca serangan. (reuters)

Suasana London Bridge pasca serangan. (reuters)

INGGRIS – Dianggap bertindak tidak sesuai ajaran Islam, ratusan imam dan pemuka agama menolak menyolatkan jenazah pelaku teror London Bridge. Pernyataan sikap tersebut diumumkan melalui media sosial yang dikutip Independent, Selasa (6/6/2017)

“Maka dari itu, berdasarkan prinsip etika lainnya yang sangat penting bagi Islam, kita takkan melakukan sholat Islam tradisional atas para pelaku dan kita juga mendesak sesama imam dan otoritas agama untuk menarik hak istimewa semacam itu,” ujar mereka.

“Ini disebabkan oleh tindakan yang tak dapat dibenarkan dan sama sekali bertentangan dengan ajaran agama Islam yang agung,” tegasnya.

Kecaman atas serangan yang menewaskan tujuh orang pada Sabtu, 3 Juni 2017 malam waktu setempat, memang datang dari para pemuka agama Islam di Inggris. Satu panel pembicara di Masjid London Timur menegaskan, mereka akan terus melawan pada ektrimis yang sering bertindak tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Sekali lagi kita berkumpul, untuk berdiri bersatu melawan orang-orang yang mencoba memecah belah kita,” ucap ketua Masjid London Timur dan Pusat Muslim London, Muhammad Habibur-Rahman. “Saya memiliki pesan yang jelas kepada mereka yang melakukan terorisme. Anda menentang ajaran inti Islam dan Nabi Muhammad SAW, damai sejahtera baginya. Kesalahpahamanmu akan membawa Anda ke kehancuran, dan insyaallah Anda benar-benar akan gagal dalam tujuan jahat Anda. Kami berbeda dari Anda dan korupsi Anda terhadap agama Islam. Terorisme tidak beriman.”

Sementara itu, Polisi sudah mengungkap identitas dua dari tiga pelaku serangan London Bridge. Kedua pria tersebut adalah Khuram Shazad Butt dan Rachid Redouane yang merupakan warga Barking, London. (embun)