Wednesday, 21 November 2018

Ini Usulan Djarot Agar RPTRA Tak Jadi Ajang Cari Jodoh

Rabu, 7 Juni 2017 — 13:14 WIB
darot

JAKARTA  (Pos Kota) – Pelaksana Tugas  (Plt) Gubernur DKI Jakarta berharap pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak  (RPTRA) dapat diteruskan di pemerintahan Anies Baswedan-Sandiaga Uno nanti. Djarot juga berharap, fungsi dari RPTRA tidak berubah sepeninggalnya.

Karenanya, Djarot mendorong dibuatnya peraturan daerah (perda). Djarot menjelaskan, Perda RPTRA akan mengatur pengelolaan dan keberadaan RPTRA.

Mantan Walikota Blitar ini juga telah mengajukan kepada pemerintah agar RPTRA menjadi syarat kota disebut ramah anak dan perempuan. Dengan begitu, RPTRA disebut Djarot dapat menjadi program nasional.

“Kami sampaikan misalnya contoh untuk RPTRA, pergubnya kami ajukan jadi perda. Kita bicarakan di DPRD. Dan kani sudah ajukan ke pemerintah pusat bahwa RPTRA ini memang sebagai prasyarat untuk menjadikan kota ramah anak dan perempuan,” ujarnya di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (7/6/2017).

Djarot menjelaskan, dengan perda, fungsi utama RPTRA untuk mebangun karakter masayarakat dan tempat berinteraksi sosial tetap terjaga. Politisi PDI Perjuangan ini juga menyatakan RPTRA tidak diperbolehkan untuk kegiatan agama. Ia beralasan, RPTRA terbuka untuk semua warga dari berbagai agama suku dan ras.

“RPTRA misalkan tidak bisa digunakan sebagai tempat mojok untuk cari jodoh, ga boleh ya. Karena itu anak untuk perempuan, ga boleh. ini. Fungsi-fungsi akan kita kuatkan di dalam pergub dan pergub akan kita angkat kita ajukan ke dalam perda,” jelasnya.

Djarot berharap, perda tekait RPTRA sudah dapat dimasukkan dalam pembahasan di DPRD pada Agustus 2017 mendatang. (ikbal/win)