Monday, 22 October 2018

Lebih Baik Sakit Gigi

Kamis, 8 Juni 2017 — 6:50 WIB
makan

EMPAT sehat lima sempurna. Itu artinya orang harus menjaga hidup dan kesehatannya dengan asupan makanan yang baik. Seperti sembako dan bahan makanan tambahan lain yang bergizi, dan bebas dari penyakit. Tapi mendapatkan makanan yang begitu nggak gampang sekarang ini.

Dan inilah yang bikin bingung ibu-ibu karena setap hari harus memenuhi kebutuhan dan menyiapkan hidangan bagi keluarganya.

Bayangkan saja, kepingin makanan dengan asupan gizi yang baik ternyata nggak mudah, karena bahan makanannya sebagian bermasalah. Artinya bila dikonsumsi masusia bisa berbahya. Bisa sakit berkepanjangan atau mati karenanya.

Bukan rahasia lagi kalau makanan manusia yang dijual di pasar ada sebagian yang tidak layak makan, karena mengandung bahan pengawet yang berbahaya. Seperti formalin misalanya, pengawet ini nggak layak untuk makanan karena biasa untuk mayat. Sementara pewarna kain juga ikutan mewarnai makanan. Ada juga barang haram seperti daging celeng yang ikut masuk pasar menjebak konsumen.

Jadi bagaimana? Ya, ayolah sebagai konsumen kita memang diwajibkan kritis, hati-hati dan waspada. Bolehlah teliti dulu barang atau bahan makanan yang bakalan dibeli. Kalau nampaknya nggak layak ya jangan dibeli, malah kalau bisa laporkan pada yang berwajib. Petugas seyoganya memgawasi dan menindak tegas para pedagang yang nakal.

Selain makanan, ternyata obar-obatan juga palsu. Nah, yang ini agak unik juga, obat palsu, berarti nggak bisa mengobati penyakit, atau sebaliknya, penyakit bisa makin parah?

Jadi lirik lagu dangdut Meggie Z, ‘lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati’, nggak bisa jadi pilihan lagi. Kalau bisa dua-duanya jangan deh. Obat sakit giginya palsu, Bung! – massoes