Saturday, 20 October 2018

Visa Habis, Habib Rizieq Belum Ada Kabar Pulang

Senin, 12 Juni 2017 — 11:23 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (yendhi)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Meski hari ini, Senin, (12/6/2017), visa Habib Rizieq Shihab telah habis namun belum ada tanda-tanda kepulangan dari Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Habib Rizieq masih enggan pulang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa kepolisian belum mendapat informasi atas kepulangan Habib Rizieq. “Kami belum dapat info ya,” kata Argo saat dikonfirmasi.

Meskipun begitu, mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menyebut bahwa kepolisian telah siap mengamankan jika imam FPI tersebut pulang ke Tanah Air. Namun, Argo menyebut jika personelnya tersebut belum disiagakan di bandara.

“Yang terpenting kami sudah siap mengamankan kalau pulang. Belum ada (pengamanan bandara),” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, ia menyampaikan belum dapat kabar jika kliennya akan pulang hari ini.

“Saya belum dapat iniformasi soal itu, biasanya beliau informasikan ke saya, tetapi belum ada informasi itu,” kata Sugito.

Sebelumnya Ketua Presidium 212 Ansufri Idrus Sambo saat menggelar aksi bela ulama 96 di Masjid Istiqlal mengatakan bahwa Habib Rizieq telah memperpanjang visanya meski tidak disebutkan berapa lama.

“Bisa dipastikan tidak akan pulang dalam waktu dekat ini, kan sudah perpanjang visanya,” katanya Jumat, (9/6).

Seperti diketahui, setelah melalui tahap gelar perkara Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin, (29/5/2017), menetapkan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus dugaan percakapan (chat) mesum. Penetapan tersangka setelah menemukan unsur pidana dengan alat bukti cukup. Habib Rizieq dituduh melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Dalam perjalanan kasus ini, Polisi lebih dulu menetapkan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein sebagai tersangka pada Selasa, (26/5/2017). Tidak hanya kasus chat pornografi, Firza juga terlilit kasus dugaan perencaan aksi makar yang juga menetapkan dirinya sebagai tersangka.

(yendhi/sir)