Wednesday, 19 September 2018

Mulai H-4 Lebaran, Angkutan Barang Dilarang Lewat

Selasa, 13 Juni 2017 — 19:03 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di bawah bilboard bertuliskan larangan melintas bagi kendaraan truk jelang lebaran di tol Jagorawi, Jakarta,(rihadin)

Sejumlah kendaraan melintas di bawah bilboard bertuliskan larangan melintas bagi kendaraan truk jelang lebaran di tol Jagorawi, Jakarta,(rihadin)

JAKARTA.(Pos Kota) – Angkutan barang berjenis truk gandeng lebih dari dua sumbu dilarang beroperasi selama H-4 sampai H+4 Lebaran tahun ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto, mengatakan pembatasan angkutan barang yang lebih dari 2 sumbu dengan beratnya lebih dari 14 ribu Kg ini dilarang untuk operasional di jalan seluruh Jawa dan Lampung.

Selain truk gandeng, Pudji juga mengimbau angkutan yang mengangkut bahan materil galian seperti pasir tidak melintasi jalur mudik selama H-7 sampai H+7 lebaran.

Namun pengecualian untuk angkutan yang mengangkut bahan pokok, BBM, dan BBG. Kendaraan angkutan tersebut diperbolehkan untuk melintasi jalur mudik. “Ketiga jenis bahan pokok itu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama lebaran,” terang Pudji.

Selain angkutan barang, Kemenhub juga mengatur pola operasi kapal penyebrangan selama arus mudik dibagi berdasarkan waktu, yaitu waktu normal, padat, dan sangat padat.

Dia mencontohkan kapal Roro di Merak dan Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk dilakukan (pengaturan pola operasi kapal) sehingga diharapkan di tempat penyebrangan kapal Roro enggak ada antrian. “Volume kapal sudah ditambah dengan ada peningkatan 5 persen untuk pengangkutan itu,” ujar Pudji.

Untuk jembatan timbang, seluruh jembatan tersebut akan ditutup pada H-7 lebaran untuk dialihfungsikan sebagai rest area.

rest area kurang memadai kurang, sehingga jembatan timbang kita gunakan untuk rest area,” jelas dirjen. (dwi/win)