Saturday, 25 November 2017

Puluhan Sekolah Ikuti Kompetisi Bank Sampah

Selasa, 13 Juni 2017 — 19:53 WIB
bank sampah

JAKARTA (Pos Kota) – Puluhan sekolah di Jakarta, mengikuti kompetisi bank sampah dan teknologi pengelolaan sampah tepat guna. Acara untuk tingkat SD, SMP dan SMA ini untuk  menggali potensi siswa dalam menciptakan inovasi teknologi tepat guna daur ulang sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang merupakan bentuk kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam pengurangan sampah.

“Penanganan sampah ketika sampah sudah timbul itu tugas kami, pasukan orange. Namun, pengurangan sampah membutuhkan peran bersama, pemerintah dan masyarakat,” katanya, Selasa (13/5).

Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat dan sangat strategis untuk menanamkan mindset bijak mengelola sampah sejak dini.

Bila ribuan sekolah di Jakarta terlibat aktif melakukan pengelolaan sampah, maka ratusan ton sampah perhari dapat didaur ulang dan tidak berakhir di Tempat Pengolahan Akhir (TPA). “Banyak manfaat yang didapat melalui program ini, makanya harus terus didukung,” ujarnya.

Sementata itu, Direktur Pembangunan Berkelanjutan  AQUA, Karyanto Wibowo mengatakan, melalui kompetisi ini, siswa didorong untuk aktif terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.  “Kompetisi ini juga sebagai bentuk motivasi agar para siswa semakin terpacu dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Karyanto menjelaskan bahwa kompetisi ini dibagi menjadi dua, yaitu Bank Sampah dan Teknologi Pengelolaan Sampah Tepat Guna. Terlebih, bank sampah memainkan peran penting karena bisa memfasilitasi sekolah untuk secara mandiri mengelola sampah di lingkungannya. “Ini sebagai bentuk motivasi agar semakin terpacu dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah,” katanya.

Ditambahkan Direktur Program Yayasan Rumah Pelangi, El Hilal, kriteria umum untuk bank sampah yang mengikuti kompetisi ini adalah mempunyai kepengurusan aktif dan secara rutin melakukan kegiatan pengelolaan sampah.

Sementara untuk teknologi tepat guna, kriteria yang ditetapkan adalah inovasi, originalitas dan  potensinya untuk diaplikasikan. “Semoga program ini dapat memberikan motivasi kepada sekolah lain untuk mengembangan inovasi teknologi praktis daur ulang sampah yang dapat diaplikasikan dalam keseharian,” pungkasnya. (Ifand/win)