Thursday, 24 August 2017

BAKAL GADUH LAGI ?

Rabu, 14 Juni 2017 — 5:07 WIB

KEGADUHAN di bidang politik boleh dibilang mereda. Pemicunya juga kurang. Soal RUU Pemilu kelihatannya bakal beres saja. Juga soal Habib Rizieq yang sudah dijadikan tersangka dan DPO oleh polisi. Justeru yang bakal bikin gaduh diperkirakan ada tiga kebijaksanaan kementerian. Dua dari Kementerian Pendidikan dan satu lagi Kementerian Keuangan. Ini bisa-bisa jadi bom waktu.

Menteri Pendidikan sudah menetapkan peraturan sistem sekolah lima hari. Yaitu dari Senin sampai Jumat. Jadi Sabtu libur. Bakal dimulai tahun ajaran baru, Juli 2017. Tidak tahu, kebijaksanaan ini sudah ada survey atau belum. Tahu-tahu sudah diumumkan. Yang menjerit dan bakal gulung tikar yaitu madrasah. Pendidikan di madrasah sore hari, selepas jam sekolah biasa. Madrasah dinilai banyak membantu pendidikan khususnya bidang agama. Kalau sistem sekolah lima hari diterapkan, tidak ada waktu lagi bagi anak-anak belajar di madrasah.

Yang kedua, Kementerian Pendidikan juga bakal mulai menerapkan lagu Indonesia Raya dengan tiga stanza. Yang sekarang lagu Indonesia Raya dengan stanza 1. Kalau pakai tiga stanza, waktu menyanyikan tiga stanza Indonesia Raya diperkirakan hampir tiga menit. Para pelajar diwajibkan menyanyikan Indonesia Raya dengan tiga stanza mulai tahun ajaran baru ini.

Yang ketiga peraturan Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan, 13 Mei lalu keluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no. 70/PMK.03/2017 yang mewajibkan perbankan melaporkan informasi keuangan batas saldo minimum Rp. 200 juta atas rekening prbadi pada suatu Bank. Belum sampai satu bulan, PMK itu diubah tanggal 7 Juni. Saldo yang dilaporkan tidak lagi Rp. 200 juta tapi di atas Rp. 1 miliar.

Menteri Keuangan bilang pemilik rekening yang jumlah saldonya diatas Rp. 1 miliar sekitar 496.000 rekening. Sudah dipikirkan kalau mereka bereaksi atas batas minimal saldo Rp. 1 miliar, apa tidak mungkin bakal terjadi rush. Terjadi rush tentu bikin ramai lagi.

Sekarang belum apa-apa. Baru PPP dan MUI bereaksi mendesak ketentuan sistem sekolah 5 hari dicabut. Mereka kuatir berpengaruh besar kepada kehidupan madrasah. Bisa-bisa madrasah nantinya gulung tikar karena tiada murid lagi. Sebab murid sudah kecapekan belajar di sekolah. Menteri Pendidikan mulai Juli menerapkan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza mula. Para pelajar wajib menyanyikan tiga stanza. Kalau nanti meluas ke masyarakat, reaksinya apa bakal tidak ramai. Sekarang saja dengan stanza 1 masih ada yang lupa. Sedang stanzanya ada tiga.

Kuatir saja tiga masalah ini ada yang bisa jadi bom waktu. Yang kapan saja dapat meledak. Kalau meledak, pasti bakal bikin gaduh. Bikin ramai lagi. Apa mungkin kita ini senang gaduh. Apa barangkali menterinya sudah bisa menjamin, bakal tidak bikin gaduh. Orang bijak mengatakan, lebih baik mundur satu langkah untuk maju dua langkah. (lubis1209@gmail.com)