Friday, 16 November 2018

Penyakit `Cinta Dunia dan Takut Akan Mati`

Rabu, 14 Juni 2017 — 14:02 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

Assalamu`alaikum Warahmatullohi Wabarkatuh.
Saudaraku…

Rasulullah SAW bersabda: “Hampir saja umat-umat (kafir) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul untuk menyantap makanan”. Seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai buih yang dibawa oleh air. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah bersabda,”Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Abu Daud dan Ahmad; shahih).

Penyakit wahn atau cinta dunia dan takut akan mati, dua jenis penyakit yang tengah melanda banyak orang di zaman dahulu hingga era globalisasi seperti sekarang ini. Sungguh benarlah peringatan Rasulullah SAW puluhan abad lalu. Ternyata, dua jenis penyakit ini bukannya sirna, tapi malah terus menggerogoti kehidupan umat manusia.

Cinta akan kehidupan duniawi kian menguat, sementara kehidupan untuk ukhrowi kian menipis. Padahal, sesungguhnya ajaran Islam telah mengajarkan kehidupan berimbang, antara dunia dan akhirat, bahkan ibadah puasa Ramadhan ini juga mengandung makna, mendidik dan membentuk perilaku yang jujur dan bersyukur sebagai umat yang muttaqin. Dengan demikian, penyakit `wahn` dan takut akan mati akan terhindar dari jiwa seorang muslim.

Fenomena korupsi, perampokan, menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan pribadi dan tahta [kekuasaan], menipu, memfitnah dan sebagainya. Semua itu akan bermuara kepada bukti cinta duniawi. Tidak memperdulikan lagi halal dan haram dalam berusaha [berbinis], menzolimi orang lain, memakan/merampas hak orang lain dan seterus dan seterusnya.
Yang jelas, semakin tinggi kadar cinta dunianya, maka seseorang itu akan takut mati, dan akan takut kehilangan harta dan kekuasaan. Jika itu terjadi, maka seseorang itu akan depresi dan stres.
Takut akan mati, merupakan efek dari penyakit cinta dunia. Sakin cintanya kepada dunia, tentulah takut akan mati, otomatis harta yang diraih dan dibangunnya dengan segala cara di dunia akan tinggal begitu saja. Maka kematian adalah hal yang paling ditakuti olehnya.

Singkat kata, penyakit cinta dunia dan takut akan mati hanya dapat diobati dengan cara bersyukur dan taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah SWT),  secara totalitas. Mari kita laksanakan segala perintah-Nya dan jauhi segala Larangan-Nya atas dasar ikhlas dan keimanan. Insya Allah.

Wassalam
syamsir.bastian02@gmail.com
syamsir.munthe@gmail.com