Saturday, 25 November 2017

Puluhan Sekolah di DKI Jakarta Ikuti Kompetisi Bank Sampah

Rabu, 14 Juni 2017 — 8:08 WIB
Acara apresiasi kompetisi pengelolaan sampah di GOR Jaktim. (Joko)

Acara apresiasi kompetisi pengelolaan sampah di GOR Jaktim. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta bersama Aqua dan Yayasan Rumah Pelangi menggelar lomba Kompetisi Bank Sampah dan Teknologi Pengelolaan Sampah Tepat Guna. Lomba dalam rangkan mensosialisasikan program Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) ini diikuti puluhan sekolah mulai dari SD sampai SMA.

“Kegiatan ini merupakan kerja bareng antara Pemprov DKI yang diwakili Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Dinas Pendidikan dan pihak swasta dari perusahaan Aqua dan Yayasan Pelangi,” ujar Kepala Dinas LH DKI Jakarta Isnawa Adji pada acara apresiasi kompetisi di GOR Jaktim, Selasa (13/6). Kompetisi ini juga untuk menggali potensi siswa SMA dalam menciptakan inovasi teknologi tepat guna daur ulang sampah.

Adji sangat mengapresiasi kegiatan kompetisi ini karena merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara berbagai pemangku kepentingan dalam pengurangan sampah. Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah terdiri dari dua kegiatan dasar, yaitu pengurangan dan penanganan. “Penanganan sampah ketika sampah sudah timbul itu tugas kami dan pasukan orange. Namun, pengurangan sampah membutuhkan peran bersama, pemerintah dan masyarakat,” kata Adji didampingi wakilnya Ali Maulana Hakim. Acara dilanjutkan dengan buka bersama.

Direktur Pembangunan Berkelanjutan PT Aqua, Karyanto Wibowo, mengatakan bahwa dengan kompetisi ini, siswa didorong untuk aktif terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. “Kompetisi ini juga sebagai bentuk motivasi agar para siswa semakin terpacu dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah. Kami juga harapkan mereka dapat menginspirasi lingkungannya untuk melakukan hal yang sama,” jelas Karyanto.

Karyanto menjelaskan kompetisi ini dibagi menjadi dua, yaitu Bank Sampah dan Teknologi Pengelolaan Sampah Tepat Guna. “Bank Sampah punya peran penting karena bisa memfasilitasi sekolah mengelola sampah di lingkungan sendiri. Sedangkan teknologi tepat guna memotivasi siswa untuk terus berkreasi melakukan 3R,” paparnya.

Direktur Program Yayasan Rumah Pelangi, El Hilal mengharapkan beragam inovasi kreatif teknologi daur ulang sampah dapat dijaring melalui ajang ini. “Contohnya sudah ada yakni, SMAN 27 dengan inovasi Lumieres Decoratives, SMAN 38 dengan Clock Made from Plastic and Styrofoam, SMKN 26 dengan Bahan Bakar Plastik /Phyrolisis, SMKN 1. Dengan Waste Enumator, SMKN 63 dengan Blocking Compost, dan SMAN 20 dengan Mobil Remote Control Vacum Cleaner,” papar Hilal. (Joko/tri)