Sunday, 23 September 2018

Pansus Akan Panggil Paksa Miryam

Kamis, 15 Juni 2017 — 21:08 WIB
Miryam S Haryani dikawal petugas tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (dok)

Miryam S Haryani dikawal petugas tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (dok)

JAKARTA (poskotanews.com) –Panitya Khusus (Pansus) Angket DPR tentang KPK akan memanggil paksa tersangka kasus E-KTP, Miryam S Haryani bila tiga kali dipanggil secara layak tidak datang. Pansus berharap KPK tidak menghalang-halangi pemanggilan.

“Tapi jika tiga kali Miryam tak juga dihadirkan, maka Pansus bisa melakukan pemanggilan paksa,” kata Wakil Ketua Pansus angket KPK Risa Mariska, menjawab pertanyaan, Kamis (15/6). Saat ini Miryam dalam penahanan KPK akibat statusnya sebagai tersangka.

Untuk memaksa pemanggilan Miryam, Pansus akan meminta bantuan polisi. Soal pemanggilan paksa juga diatur dalam UU 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dan tata tertib DPR.

“Kalau KPK tidak mengizinkan menghadirkan Miryam pada hari Senin, kita akan pakai mekanisme UU MD3. Kita panggil dulu tiga kali,” kata Risa di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia mengaku ironis kalau sampai terjadi pemanggilan paksa dan melibatkan polisi. “Saya sih menyarankan jangan sampai itu terjadi. Jangan dihalang-halangi, harapan saya kooperatif,” sambungnya.

Risa menuturkan, pemanggilan Miryam bertujuan meminta klarifikasi soal surat pernyataan yang dikirim ke Pansus angket KPK. Surat tersebut berisi bantahan Miryam telah ditekan sejumlah anggota Komisi III seperti yang disampaikan penyidik KPK Novel Baswedan.

“Kita klarifikasi, betul tidak dia mengirimkan surat itu? Mengapa dia mengirimkan surat itu?,” katanya.(us)