Sunday, 15 September 2019

Penyerapan APBD Murni Tahun Ini Masih Minim

Kamis, 15 Juni 2017 — 9:10 WIB
Gedung Pemkab Bekasi.

Gedung Pemkab Bekasi.

BEKASI (Pos Kota) -Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2017 masih sangat minim. Rata-rata disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru mencapai 20 persen, padahal sudah masuk pada bulan ke enam dan akan ada lagi pembahasan ABT 2017.

Kepala Badan Pengelolaan, Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Bekasi, Juhandi mengungkapkan hingga 31 Mei 2017 untuk belanja tidak langsung penggunaan anggaran baru mencapai 20 persen sedangkan untuk blanja langsung baru mencapai 9 persen.

“Blanja tidak langsung itu seperti gaji karyawan dan program pelayanan bagi masyarakat sedangkan yang belanja langsung itu seperti pembangunan Infrastuktur dan pengadaan barang dan jasa” ujar Juhandi.

Terang dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi dinas yang paling rendah penyerapannya yaitu 0,9 persen dari Rp1,036 triliun anggaran yang dikucurkan karena belum ada kegiatan yang dilakukan bahkan catatan BPKAD baru sekali melakukan Ganti Uang (GU).

“Banyak pekerjaan yang belum dilelang alasannya itu cuma ada beberapa aja makanya belum maksimal penyerapannya, tapi kita sebenarnya sudah menyuratkan untuk mengingatkannya,” terangnya.

Walauapun demikian, ada beberapa dinas yang melakukan penyerapan anggaran cukup besar yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencapai 36 persen, Kecamatan-Kecamatan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) mencapai 31 persen dan Sekertariat Dewan sudah mencapai 40 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Adang Sutrisno mengakui kalau penyerapan anggaran di Dinas PUPR masih sangat rendah karena baru beberapa kegiatan yang selesai lelang. “Jadi masalahnya kemarin itu lelang belum selesai, makanya belum ada kegiatan,” tuturnya.

Adang pun enggan berkomentar banyak terkait minimnya penyerapan anggaran di PUPR dan lebih banyak diam serta tak menjelaskan apapun.

“Anggarannya masih ada” tutupnya.

(lina/sir)