Wednesday, 17 October 2018

Ini Kisah 3 Perempuan dan 1 Bayi yang Diculik

Jumat, 16 Juni 2017 — 15:37 WIB
Polisi membawa wanita penculik bayi yang diringkus Tim Vipers Polsek Serpong. (imam)

Polisi membawa wanita penculik bayi yang diringkus Tim Vipers Polsek Serpong. (imam)

JAKARTA (Pos Kota) – Ada tiga perempuan dalam kasus penculikan bayi lelaki ini. Seorang di antaranya nenawari Rp15 juta agar orok 13 hari itu bisa dimilikinya.

Wanita itu adalah Nurhalimah (32) yang ditangkap Tim Vipers di Cijantung, Jakartra Timur, Jumat (16/6/2017) dinihari. Ia dibekuk karena menculik bayi Upik (21) di mal ITC BSD Serpong pada Senin (12/6/2017).

“Jadi tersangka itu membeli bayi. Sebelumnya ia menyuruh ibu asuh bayi untuk menjual bayinya Rp 15 juta sebagai ganti uang rumah sakit,” ungkap Kapolsel Serpong, Kompol Didik Putra Kuncoro.

Menurutnya, Upik (21), ibu angkat yang melaporkan penculikan, mendapat bayinya dai ibu kandung anak itu. Ibu kandung mau melahirkan, tapi tidak punya biaya.
“Nah ibu angkat ini mau merawat. Mereka kenal melalui Facebook, di komunitas asuh anak,” katanya. “Ibu angkat berpesan kalau sudah mau melahirkan ditunggu di Serpong, maka lahirnya bayi itu di rumah sakit di Serpong. Begitu melahirkan dibuat surat adopsi yang diserahkan ke ibu asuh”

Di satu sisi, sebelum bayi malang itu lahir, tersangka juga kenal dengan ibu asuh ini. Jadi, saat anak itu berumur 13 hari, tersangka datang menjenguk. “Ia mengaku berangkat dari Bogor ke Serpong. Ibu asuh dijak jalan ke ITC, dan selama berputar-putar di mal digendong tersangka,” katanya.

(Baca: Bayi Lelaki yang Diculik Adalah Anak Adopsi)

Begitu mau pulang, sambung kapolsek, tersangka minta tolong belikan pergedel di lantai 4. “Namun 10 menit kemudian, ibu asuh turun ke bawah, tersangka sudah nggak ada,” jelasnya.

(Lihat video: Penculikan Bayi Terekam CCTV)

Mengenai ibu kandung bayi, kapolsek mengatakan belum pernah bertemu. “Kami sedang mencarinya,” katanya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 83 jo 76 F UU RI NO 35/ 2014 ttg Perubahan atas UU No 23/ 2002 tentang Perlincungan Anak. Ia diancam hukumannya mininal 3 tahun penjara, maksimal 15 tahun. (imam/yp)