Thursday, 23 November 2017

Donald Trump Akui Dirinya Diselidiki dalam Kasus ‘Campur Tangan Rusia’

Sabtu, 17 Juni 2017 — 18:52 WIB
Donald Trump (reuters)

Donald Trump (reuters)

AMERIKA- Presiden AS Donald Trump mengakui dirinya tengah diselidiki dalam kasus dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS.

Dalam cuitannya, Presiden AS itu juga tampak menuduh Wakil Jaksa Agung AS melakukan sebuah “perburuan penyihir”.

Dia mengatakan: “Saya diselidiki karena memecat Direktur FBI oleh pria yang mengatakan kepada saya untuk memecat Direktur FBI!”

Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein menulis sebuah memo yang digunakan Gedung Putih untuk membenarkan pemecatan terhadap mantan kepala FBI.

Rosenstein mengambil alih penyelidikan apakah Rusia berupaya untuk mencampuri pemilu AS dengan mendukung Trump, setelah Jaksa Agung Jeff Sessions mengundurkan diri sejak Maret lalu.

Wakil jaksa agung kemudian menunjuk Penasihat Khusus Robert Mueller untuk memimpin penyelidikan.

FBI dan Kongres keduanya memeriksa apakah tim kampanye Trump berkolusi dengan dugaan rencana Kremlin. Penyelidikan belum menunjukkan adanya bukti kolusi.

Trump juga menulis cuitan pada Jumat pagi: “Setelah 7 bulan investigasi & sidang komite mengenai ‘kolusi saaya dengan Rusia’, tidak ada seorangpun yang dapat menunjukkan bukti. Menyedihkan!”

Cuitannya muncul menandai dua tahun sejak Trump mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden.

Mengapa Trump diselidiki?

Trump belum diselidiki sebelum pemecatan Comey, tetapi saat ini dilaporkan saat ini menghadapi pengawasan seputar kasus pemecatan mantan kepala FBI, seperti diberitakan media AS.

Penasihat khusus Mueller dilaporkan berencana untuk meminta keterangan pejabat intelejen apakah Trump menyingkirkan direktur FBI, James Comey, pada Mei lalu untuk menghalangi penyelidikan terhadap penasihat keamanan nasionalnya, Michael Flynn.

Comey, yang menyelidiki kasus yang berkaitan dengan Rusia ini, bersaksi di depan Kongres pada pekan lalu bahwa presiden telah menekannya untuk menghentikan sebuah penyelidikan mengenai kaitan antara Flynn dan Rusia.

Flynn dipaksa mundur pada Februari lalu, dan mengatakan “secara tak terhindarkan memberi tahu wakil presiden terpilih dan lainnya dengan informasi tidak lengkap terkait percakapan dengan duta besar Rusia melalui telepon.”

Trump mengatakan dia telah membuat keputusan untuk memecat Comey – itu bukan yang disampaikn oleh Gedung Putih.

Gedung Putih mengatakan bahwa presiden “tidak pernah meminta Comey atau orang lain untuk menghentikan investigasi apapun, termasuk penyelidikan yang melibatkan Jenderal Flynn”

Cuitan pada Jumat lalu merupakan pertama kalinya Trump secara terbuka mengungkapkan pada publik bahwa dia tengah diselidiki.

Comey mengatakan dia “yakin” Mueller menyelidiki apakah Trump telah menghalangi hukum, tetapi dia menambahkan sepegetahuannya, presiden tidak berupaya untuk mencegah penyelidikan Rusia tersebut.

Trump tidak akan menghadapi tuntutan pidana karena menjabat sebagai presiden, tetapi menghalangi hukum dapat menjadi dasar bagi pemakzulan.

Siapa yang dimaksud dalam cuitan Trump?

Memo Rosenstein sebelumnya digunakan untuk memecat kepala FBI James Comey.

Meski presiden tidak menyebut nama Rosenstein dalam cuitannya, tampaknya dia mengarah pada sebuah memo yang ditulis oleh wakil jaksa agung AS.

Meno, yang diklaim Gedung putih merupakan alasan pemecatan Comey, mengkritik kepala FBI atas kegagalan untuk mematuhi aturan dan prosedur dalam melakukan investigasi terhadap email pribadi Hillary Clinton ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Rosenstein menunjuk Mueller menyusul meningkatnya tuntutan dari Demokrat untuk menunjuk jaksa khusus yang independen untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia.

Dalam cuitannya, tak mungkin presiden mengarahkan pada Mueller karena dia tidak berada dalam posisi untuk dapat memecat Comey. (BBC)