Friday, 18 August 2017

Jelang Lebaran, Preman dan Cabe-cabean di Depok Digaruk

Sabtu, 17 Juni 2017 — 13:05 WIB
Puluhan preman terdiri dari remaja dan cabe-cabean terjaring operasi. (Angga)

Puluhan preman terdiri dari remaja dan cabe-cabean terjaring operasi. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Menjelang Lebaran Polresta Depok menggelar Operasi Brantas Preman. Dalam operasi ini anggota berhasil mengamankan orang sedang mabuk-mabukan, dan puluhan preman, serta cewek cabe-cabean.

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan operasi dipimpin Wakapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani dibantu 186 personil gabungan melakukan operasi ke tempat-tempat nongkrong dan terminal yang biasa menjadi tempat pelaku premanisme di malam libur weekend.

Hasilnya, anggota berhasil menangkap dua pelaku diduga pencuriĀ  MA,27, dan ATS (36), asal Tangerang, empat orang parkir liar, 11 orang dari ormas sedang pesta minuman keras (miras), dan 31 orang di antaranya 21 ABG tengah pesta miras dicampur obat tramadol.

“Dari rata-rata yang diamankan laki-laki, sisanya ada 7 cabe-cabean yang tengah ikut dalam gerombolan remaja yang tengah mabuk-mabukan,” ujarnya kepada Poskota saat dikonformasi, Sabtu (17/6) siang.

Mantan Wakapolsek Cimanggis dan Wakasat Reskrim Polresta Depok ini mengungkapkan operasi cipta kondusif brantas premanisme bertujuan tetap menjaga wilayah hukum Polresta Depok mendekati lebaran Idul Fitri tetap kondusif.

“Para pelaku premanisme yang cukup meresahkan masyarakat akan kami tindak tegas. Apalagi jika sudah menganggu ketertiban umum seperti pesta miras di bulan suci Ramadhan seperti ini,” ungkapnya.

Menjelang lebaran lanjut AKP Firdaus pihaknya akan meningkatkan patroli khususnya malam hari antisipasi gangguan kamtibmas.

“Selain menertibkan orang yang tengah mabuk, denganĀ  dibantu anggota Tim Jaguar, operasi juga melakukan patroli ke perumahan dan titik rawan tawuran serta pencurian rumah kosong menjelang Lebaran yang ditinggal mudik penghuninya,” katanya. “Puluhan orang dan remaja yang berhasil diamankan dimintai keterangan.” (Angga/win)