Monday, 16 September 2019

Industri Indonesia – Tiongkok Sepakat Investasi 1,63 Miliar Dolar AS

Minggu, 18 Juni 2017 — 11:32 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, dan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Sugeng Rahardjo menyaksikan penandatangan MoU kerja sama investasi antara pelaku industri Indonesia dengan Tiongkok di sela pelaksanaan China-Indonesia Cooperation Forum: Belt and road Initiative and global Maritime Fulcrum di Beijing, Tiongkok, 16 Juni 2017.

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, dan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Sugeng Rahardjo menyaksikan penandatangan MoU kerja sama investasi antara pelaku industri Indonesia dengan Tiongkok di sela pelaksanaan China-Indonesia Cooperation Forum: Belt and road Initiative and global Maritime Fulcrum di Beijing, Tiongkok, 16 Juni 2017.

JAKARTA (Pos Kota) – Perusahaan Tiongkok sepakat tanamkan investasi 1,63 Miliar Dolar AS  di Morawali, Sulawesi Tengah  untuk pembangunan  pabrik carbon steel dan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 700MW di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Komitmen tersebut terealisasi melalui penandatangan MoU antara Tsingshan Group dan Delong Group dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang kerja sama pembangunan pabrik carbon steel di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas mencapai 3,5 juta ton per tahun dan total nilai investasi sebesar USD980 juta.

Juga penandatanganan MoU antara Tsingshan Group dengan Bintang Delapan Group dan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang  pembangunan pembangkit tenaga listrik di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 700MW dan total nilai investasi sebesar USD650 juta.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kerja sama tersebut merupakan salah satu tindak lanjut pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dan Presiden RRT Xi Jinping terkait peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok pada Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing, Tiongkok, Mei 2017.

“Terkait Belt and Road Initiative, Kemenperin juga telah mendorong peningkatan kerja sama investasi Tiongkok di kawasan industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara, serta kawasan industri prioritas lainnya seperti di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara,” ujar Airlangga, Sabtu (17/6/2017)

Penandatanganan kedua MoU dilakukan di sela pelaksanaan China-Indonesia Cooperation Forum: Belt and Road Initiative and Global Maritime Fulcrum di Beijing, Tiongkok, 16 Juni 2017. Turut menyaksikan kesepakatan kerja sama tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, dan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Sugeng Rahardjo.

 Selanjutnya, hadir pula mewakili Menteri Perindustrian, yakni Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Harjanto serta Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono.(Tri)