Saturday, 23 September 2017

Dia yang Hamili Adik Ipar Setan jadi Kambing Hitam

Senin, 19 Juni 2017 — 7:09 WIB
kesu

JIKA  setan mau menuntut, pasti Alwi, 36, bisa kena. Bagaimana tidak? Dia yang menghamili adik iparnya, Wati, 17. Ee, begitu ditangkap polisi Alwi berdalih sedang kerasukan setan. Tentu saja setan marah-marah. “Enak aja lo catut nama gue. Bulan puasa gue kan dibelenggu, jadi nggak bisa ngapa-ngapa,” kata setan.

Hadits Nabi mengatakan, selama bulan puasa pintu surga dibuka seluas-luasanya dan pintu neraka ditutup sementara setan-setan dibelenggu. Maka di bulan yang penuh rahmat ini kesempatan mencari pahala begitu luas. Bahkan di 10 hari menjelang Idul Fitri, di tanggal ganjil (Lailatut Kadar) pahala yang diperoleh seperti beribadah seribu bulan. Soalnya, setan tak bisa ngapa-ngapa karena masih dalam belenggu.

Maka setan yang tinggal di daerah Kabupaten Ketapang (Kallbar), jadi marah ketika tahu namanya dicatut oleh Alwi, warga Benua Kayong. Saat ditangkap polisi karena menghamili adik iparnya, Wati, beralasan sedang kerasukan setan. “Enak aja lo catut nama gue. Gua kan masih dibelenggu. Elo yang enak, kok gue yang jadi tiban.” protes setan.

Memang, ketika awal kejadian terkutuk itu jauh sebelum puasa. Tapi ketika Wati sudah hamil, Alwi masih menggauli juga. Karenanya ketika setan namanya masih dibawa-bawa, jadi marah. Bagaimana mungkin merasuki Alwi, wong dibelenggu sama sekali tak bisa ngapa-ngapa. Katanya, “Masih mending mantan Gubernur Ahok, di Mako Brimob Depok masih bisa olahraga dan balas surat para penggemar.”

Kelakuan Alwi ini memang tak jauh beda dengan banyak lelaki, yang punya anggapan bahwa ipar yang dalam bahasa Jawa disebut ipe, itu memang kepanjangan: iki ya penak (ini enak juga). Agaknya karena penasaran dengan ungkapan itu, banyak lelaki yang mencobanya, dan ternyata banyak yang ketagihan.

Pekerjaan sehari-hari Alwi hanya menjadi kernet angkot. Karena ketidak-mampuan ekonominya itulah, dia selama ini dia masih tinggal di rumah mertua. Tapi rupanya Alwi punya bakat mata keranjang. Melihat Wati adik iparnya berangkat gede, nafsu juga melihatnya, sehingga dia mulai berpikiran untuk mencobanya. “Dia pasti lebih renyah dan kenyil-kenyil kaya kolang-kaling,” kata Alwi.

Kebetulan sekali waktu Wati curhat ingin beli HP smartphone, tapi tak punya duit. Maka Alwi pun memberinya Rp 100.000,- nanti akan ditambahi lagi dengan syarat mau digauli seperti lazimnya seorang istri. Ternyata Wati mau juga. Maka meski di ruang depan keluarga masih ramai, di belakang Alwi sibuk menggauli iparnya sampai tuntas tas.

Ternyata Alwi jadi ketagihan. Ketia punya duit Rp 400.000,- segera diberikan ke Wati dengan alasan untuk membeli HP sendiri. Tapi dengan syarat yang sama, harus mau digauli seperti beberapa hari lalu. Tanpa pikir panjang Wati mengiyakan saja. Maka sejak itu Alwi tanpa sungkan menggauli adik iparnya. Asal dia ingin, Wati tinggal melayani sambil main WA-nan.

Tahu-tahu Wati hamil, dan ketika didesak orangtua mengaku saja bla bla bla…. Alwipun ditangkap. Dalam pemeriksaan di Polsek Benua Kayong Alwi mengakui sudah lebih dari 10 kali menggauli adik iparnya. “Tapi semua itu terjadi karena saya sedang kerasukan setan,” kata Alwi beralasan. Hal ini yang bikin setan marah, karena seenaknya saja Alwi mengkambinghitamkan dirinya.

Kalau memfitnah setan, bagaimana hukumnya ya? (JPNN/Gunarso TS)