Friday, 18 August 2017

IKM di Jakarta Miliki Potensi Besar dan Jadi Barometer Daerah Lain

Senin, 19 Juni 2017 — 17:36 WIB
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih memukul gong disaksikan oleh Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta Happy Djarot Saiful Hidayat serta Kepala Dinas Perindustrian dan energi Provinsi DKI Jakarta Yuli Hartono tanda peresmian pembukaan Pameran “Gelar Produk IKM Unggulan Provinsi DKI Jakarta 2017” di Plasa Kementerian Perindustrian, Jakarta 19 Juni 2017.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih memukul gong disaksikan oleh Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta Happy Djarot Saiful Hidayat serta Kepala Dinas Perindustrian dan energi Provinsi DKI Jakarta Yuli Hartono tanda peresmian pembukaan Pameran “Gelar Produk IKM Unggulan Provinsi DKI Jakarta 2017” di Plasa Kementerian Perindustrian, Jakarta 19 Juni 2017.

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 4.815 Industri Kecil Menengah (IKM) di Jakarta menyerap 20.494 tenaga kerja. Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, IKM di Ibukota Indonesia ini memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan.

“Mereka juga menjadi barometer bagi daya saing IKM di daerah-daerah,” ujarnya saat membuka Gelar Produk IKM Unggulan Provinsi DKI Jakarta 2017 di Plasa Pameran Industri, Kemenperin, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Pameran ini, lanjutnya, dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan produk lokal berkualitas kepada masyarakat luas.
“Jadi pameran-pameran offline semacam ini harus terus dilakukan, di samping pameran atau penjualan secara online,” ungkapnya.

Gati pun meyakini, dengan terus mempromosikan produk IKM, diharapkan bisnis mereka semakin ekspansif dan jumlah unit usahanya dapat meningkat sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja baru.

Guna memacu produktivitas dan daya saing IKM nasional, Kemenperin telah melakukan pembinaan melalui fasilitasi pelatihan dan pemberian bantuan mesin atau peralatan, serta memperkenalkan sarana digitalisasi IKM agar mampu mempromosikan produk lebih luas dan mudah dengan biaya yang efesien.

“Selain perluasan akses pasar IKM di marketplace, kami juga telah membangun infrastruktur jaringan internet di setiap sentra-sentra IKM seluruh Indonesia untuk mendorong mereka terus mengembangkan produk kreativitasnya dan merubah cara pemasaran menjadi lebih efesien,” papar Gati.

Oleh karena itu, Kemenperin meluncurkan program e-smart IKM sebagai sistem database yang tersaji dalam profil industri, sentra, dan produk. E-smart IKM akan diintegrasikan dengan berbagai marketplace yang sudah ada sehingga dapat memberikan manfaat bagi perluasaan pasar IKM melalui promosi online.

“E-smart IKM mengusung sembilan komoditas unggulan yang akan dikembangkan di marketplace antara lain, kosmetik, fashion, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, furniture, herbal dan produk logam,” sebut Gati.

Gelar Produk IKM Unggulan Provinsi DKI Jakarta 2017, menampilkan berbagai produk khas betawi mulai dari fashion dan aksesoris, makanan dan minuman, serta kerajinan. Pameran yang diikuti sekitar 40 peserta dan dimulai pukul 09.00-16.00 WIB.(Tri)